Jalur Pantura Situbondo Rawan Longsor dan Banjir

Temboh penahan tanah sepanjang 15 meter longsor dan menutup akses jalan desa. Kamis (27/1/2022) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Zainul Arifin, mengimbau warga untuk mewaspadai bencana tanah longsor dan puting beliung.

Imbauan ini menyusul adanya peringatan dini tiga harian Jawa Timur, bahwa hari ini hingga 30 Januari 2022 berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

“Kami memperoleh informasi dari BMKG, di beberapa kabupaten/kota salah satunya di Situbondo, berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Oleh karena itu, warga harus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya kepada RRI, Jumat (28/1/2022).

Zainul mengemukakan, di Situbondo tanah longsor dan banjir bandang berpotensi terjadi. Sebab memasuki musim penghujan, banyak lokasi rawan longsor dan rawan banjir yang berada di wilayah Situbondo.

“Kemarin tembok penahan tanah sepanjang 15 meter di Kampung Jerukan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan longsor, akibat hujan disertai angina kencang,” ujarnya.

Material tanah longsor menutup akses jalan desa. Sehingga akses jalan terganggu beberapa jam. Warga bergotong royong membersihkan material longsor hingga malam hari, menggunakan alat seadanya.

“Separuh jalan desa tertutup material longsor tanah yang bercampur bebatuan,” bebernya.

Zainul menyebut, di sepanjang jalur pantura ada beberapa titik yang berpotensi terjadi longsor dan banjir, di antaranya di kawasan wisata bahari Pasir Putih yang rawan longsor dan banjir. Termasuk hutan Baluran yang menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. 

“Warga terutama pengguna jalan, harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur pantura, khususnya saat melewati kawasan Pasir Putih dan Hutan Baluran,” tegasnya. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar