Legenda Tembakau Tambeng Situbondo

Tembakau tambeng dari Dusun Tambeng Desa Lubawang Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo. (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Nama tembakau tambeng tak asing di telinga kita. Ternyata, tembakau rajangan itu berasal dari Dusun Tambeng Desa Lubawang Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Tanamannya sama dengan jenis tembakau pada umumnya. Hanya saja, tembakau ini ditanam di lereng bukit di kawasan tambeng. Daerah panas, bahkan gersang, dan kesulitan air, ternyata justru membawa berkah bagi petani.

Raden, salah seorang petani tembakau tambeng mengaku. Menanam tambeng memang cukup rumit karena butuh ketelatenan. Bahkan tak jarang, tanaman mati lantaran kekurangan air. Namun hal itu jarang terjadi. 

"Setelah ditanam, dan tidak ada hujan keesokannya, maka tanaman akan layu dan mati karena terlalu panas," ujar Raden kepada RRI, Rabu (26/1/2022).

Kata Raden, kondisi tanah yang gersang dan perlakuan terhadap tembakau mulai dari menanam hingga panen, sangat memengaruhi kualitas tembakau tambeng. 

"Ketika akan dipanen, bagian pucuk akan dipotong dan ditetesi madu sebanyak tiga hingga lima tetes," bebernya.

Madu yang diteteskan harus madu murni, karena akan memengaruhi kualitas tembakau. Kata Raden, perlakuan inilah yang membedakan tembakau tambeng dengan tembakau jenis lainnya.

"Madu itu untuk menguatkan aroma. Kekuatan aroma inilah yang menjadi ciri khas tambeng, sehingga harganya mahal," imbuhnya.

Kualitas tambeng juga dipengaruhi oleh bibit. Bibit kripik nangka atau kripik kulit, adalah jenis bibit tembakau tambeng yang punya kualitas terbaik dibandingkan jenis bibit lainnya. Bibit inilah yang digunakan petani untuk mendapatkan tembakau tambeng berkualitas tinggi.

"Harga tembakau tambeng menggunakan bibit ini, bisa tembus Rp450.000 per kilogram di kalangan petani, " katanya.

Sementara itu, Priyanto, salah seorang penikmat tembakau tambeng mengaku, untuk mengetahui kualitas tembakau tambeng bisa dilihat dari halusnya rajangan, warnanya merah agak gelap, agak lengket bila disentuh, dan aromanya kuat.

"Tambeng ini punya aroma khas. Aroma inilah yang membedakan tembakau tambeng dengan tembakau lainnya. Aromanya kuat," ujarnya sembari  mengeluarkan asap rokok tambeng yang dihisapnya.

Priyanto yang berprofesi sebagai pedagang tembakau tambeng sejak tahun 2000 itu mengaku, peminat tambeng justru berasal dari luar kota, di antaranya Jember, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Jogjakarta, hingga Jakarta. 

"Awalnya mereka datang langsung kesini. Setelah itu, cukup melalui telepon dan barang saya kirim," bebernya.

Tembakau tambeng dijual mulai harga Rp400 ribu hingga Rp1.300.000 per kilogram. Harga disesuaikan dengan kualitas tembakau tambeng yang memang tidak sama, karena beda bibit dan perlakuan.

"Meskipun ditanam di kawasan yang sama, tapi bibit dan perlakuan tidak sama, maka akan berpengaruh terhadap kualitas tambeng," bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Lubawang, Ahmad Junaidi mengatakan, warga Dusun Tambeng ada sebanyak 1.800 jiwa. Mayoritas warganya bekerja sebagai petani tembakau.

"Ada puluhan hektar yang ditanami tembakau tambeng. Puluhan hektar ini milik petani yang tinggal di Desa Lubawang," katanya. Namun saat ini, lanjut Ahmad Junaidi, banyak petani tembakau yang sudah beralih menjadi petani jagung. Karena perawatan jagung lebih mudah dan modalnya lebih sedikit dibandingkan menanam tembakau. 

"Tapi masih banyak yang bertahan untuk menanam tembakau. Karena harga tambeng ini stabil dari waktu ke waktu," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar