Mutasi 2022, Syarat Penurunan Jabatan Dampak Perampingan

Kepala BKPSDM Kabupaten Situbondo, Dr.Fathor Rahkhman. (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Dr. Fathor Rakhman menyatakan, mutasi yang dilakukan pada 14 Januari 2022 sesuai dengan Perda Nomor 5/2021 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru.

"Mutasi yang dilakukan tahun ini, berbeda dengan 2021 kemarin. Karena mutasi tahun ini disesuaikan dengan perampingan atau SOTK baru," ujar Fathor kepada RRI, Jumat (21/1/2022). 

Kata Fathor dengan adanya perampingan,  Pemkab Situbondo melakukan evaluasi melalui mutasi atau penempatan jabatan berdasarkan usia, senioritas, kompetensi, loyalitas, dan kinerja. Sehingga wajar jika ada yang turun jabatan satu tingkat atau bertahan di jabatan semula.

"Ini konsekuensi logis dari sebuah perampingan, dan tidak bisa dihindari. Memang ada yang naik, namun hanya ke eselon IV. Lainnya tidak ada," imbuh Fathor.

Fathor menyebut, dari 230 pejabat yang dimutasi pada 14 Januari 2022, enam orang diantaranya turun satu tingkat, yakni dari eselon III.a ke eselon III.b. Sedangkan yang turun dari eselon III.b ke IV.a sebanyak tiga orang.

"Sekdis turun ke kabid ada enam orang. Dari kabid ke kasi ada tiga orang. Berarti yang turun jabatan dari eselon III.a ke IIIb ada 6 orang dan III.b ke IVa tiga orang," bebernya. 

Ia mencontohkan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) dan Dinas Perikanan, dirampingkan menjadi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan). Sehingga ada dua sekretaris. Otomatis salah satu harus diturunkan, karena dipindah pun tidak ada tempatnya. 

"Kalau tidak diturunkan salah satunya, terus mau dipindah kemana? Kan harus diturunkan, bahkan ada yang diturunkan dua-duanya. Kondisi seperti ini harus dipertimbangkan juga," ujarnya. 

Fathor meminta kepada yang diturunkan satu tingkat dari jabatannya, untuk menerima dengan lapang dada. Sebab nantinya, pemkab akan memprioritaskan  untuk dinaikkan kembali ketika formasi sudah ada. Kenaikan tersebut didasarkan kepada usia, senioritas, kompetensi, dan loyalitas. 

"Senioritas akan diutamakan, mengingat yang junior punya waktu yang lebih panjang," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar