2021, Puncak Pengangguran Tertinggi di Bondowoso

Kepala DPMPTSP Bondowoso, Nunung Setianingsih

KBRN, Bondowoso : Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso, mencatat angka pengangguran di Kota Tape terus menanjak tajam selama kurun waktu tiga tahun terakhir Berdasarkan data BPS angka pengangguran pada tahun 2019 sebanyak 13.797 orang. Pada tahun berikutnya bukan malah turun, tetapi justru naik cukup pesat. Di tahun pertama pandemi Covid-19 itu, kenaikan hingga mencapai angka 19.473 orang. 

Puncaknya, pada 2021 lalu kembali naik menjadi 20.835. Selain itu, angka bekerja juga mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir.

Kepala  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bondowoso, Nunung Setianingsih mengatakan, pemerintah berupaya untuk menekan angka pengangguran tetap dengan jalur lebih memperbanyak pelatihan. 

“Kita tetap memberikan pelatihan bagi adik-adik yang baru selesai lulus SMA/SMK atau pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan,” ujarnya, Rabu (19/1/2022).

 Selain itu, pihaknya juga mewanti-wanti perusahaan yang ada di Bondowoso agar komunikatif terhadap lowongan kerja yang mereka buka. 

“Kita juga kerjasama dengan beberapa perusahaan. Setidaknya mereka (Perusahaan, Red) dapat memberikan peluang kepada masyarakat Bondowoso akan kami fasilitasi,” ungkapnya.

Nunung menambahkan, bahwa banyaknya pengangguran dikarenakan lowongan kerja di Bondowoso sendiri masih sangat minim. Selain lahan kerjanya sedikit, beberapa perusahaan yang mengurangi produksinya berimbas pada pengurangan karyawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar