BNPT : 7 Warga Banyuwangi Butuh Pendampingan Khusus

Irjen Pol Ibnu Suhendra

KBRN, Banyuwangi : Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mengharapkan masyarakat bisa merangkul eks narapidana teroris (napiter) dan para deportan serta returnis asal Banyuwangi, saat kembali ke masyarakat. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Ibnu Suhendra ketiak meninjau vaksinasi booster di desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi, Rabu (19/1/2022).

Menurut Irjen Ibnu, Banyuwangi menjadi salah satu penerima program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) dan warung NKRI, untuk menampung eks napiter dan deportan serta returnis, yang akan kembali ke masyarakat, dalam rangka reintregrasi sehingga bisa meredam dan mencegah paham radikal.

"Ada 7 warga Banyuwangi yang membutuhkan pendampingan khusus, yakni 3 masih didalam lembaga pemasyarakatan dan 4 warga yang pernah berangkat ke Suriah dan sudah kembali ke Banyuwangi, sehingga perlu perhatian khusus, agar seluruh masyarakat bisa merangkul mereka, sehingga bisa mencegah agar mereka tidak kembali lagi," ungkap Irjen Ibnu Suhendra.

Ibnu Suhendra menambahkan, para deportan dan returnis yang diduga terpapar radikalisme membutuhkan tiga aspek dalam proses deradikalisasi yakni pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan, sehingga membutuhkan pemdampingan khusus yang dimulai dari intervensi dari hati ke hati.

“Hatinya dahulu kita sentuh secara psikologi, jika mereka sudah tersentuh bari, kita dampingi dan berdayakan mereka, seperti memberikan bantuan modal untuk usaha atau yang lainnya," jelas Irjen Ibnu Suhendra.

Sebagai informasi kedatangan beberaoa pejabat BNPT di Banyuwangi dalam rangka pelaksanaan progran KTN dan warung NKRI, dan Banyuwangi dipilih menjadi pilot project program tersebut karena dinilai toleransi masyarakatnya cukup tinggi, yang dibuktikan dengan minimnya konflik yang dipicu oleh perbedaan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar