FOKUS: #VAKSIN COVID

Antisipasi Omicron Banyuwangi Percepat Vaksinasi Booster

KBRN, Banyuwangi : Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan vaksinasi dosis ketiga bagi masyarakat, utamanya bagi para lansia dan kelompok masyarakat rentan menjadi sasaran utama vaksinasi booster ini. Percepatan vaksinasi booster dilakukan sebagai antisipasi terjadinya gelombang Covid-19, utamanya mencegah penyebaran varian Omicron, yang sudah ditemukan diwilayah Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, setiap kecamatan kita percepatan vaksinasi booster, khususnya bagi lansia dan kelompok rentan, jadi masyarakat yang sudah vaksin kedua bisa dilayani diseluruh fasilitas kesehatan yang ada di Banyuwangi, dengan catatan tengat waktu vaksin kedua sudah 6 bulan.

"Harini ini ada 65 orang lansia dan usia rentan yang menfdapat vaksin Booster khusus di Desa Pakistaji ini, namun disemua kecamatan juga melaksanakan hal yang sama, dan ini kita pacu agar capaianyanya terus meninggkat," ungkap Bupati Ipuk, Rabu (19/1/2022).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, stok vaksin untuk keperluan booster di Banyuwangi, sangat mencukupi, dan Pemkab menyiapkan beberapa jenis vaksin, seperti pfizer, astra zeneca, dan moderna, dan pengunaannya akan disesuaikan dengan jenis vaksin primer yang didapatkan warga sebelumnya.

“Vaksinasi booster menyasar 197.793 lansia dan 570.536 masyarakat rentan pada tahap awal, adapun syarat penerima boster adalah telah menerima vaksin primer lengkap (dosis satu dan dua), dengan jarak penyuntikan vaksin tahap kedua minimal enam bulan, dengan menunjukkan tiket vaksinasi di aplikasi peduli lindungi," ungkap Amir, Rabu (19/1/2022).

Banyuwangi sendiri telah diperbolehkan melakukan vaksinasi booster karena telah memenuhi ketentuan dari Kementerian Kesehatan yakni capaian vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum telah melebihi 70 persen, dan capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen.

Sementara capaian vaksinasi di Banyuwangi untuk masyarakat telah mencapai 88 persen, dan lansia di angka 75 persen.  Karena itu Ipuk meminta agar vaksinasi dosis satu dan dua segera dituntaskan, karena booster hanya bisa dilakukan pada mereka yang telah divaksin dosis kedua. (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar