Tak Semua Buruh Tembakau di Bondowoso Kebagian BLT Cukai Tembakau

Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Tohari Saat Melakukan Kunker Ke DPMPTSP Mengenai BLT DBH CHT

KBRN, Bondowoso : Besarnya dana bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) di Kabupaten Bondowoso pada 2021 rupanya tak bisa terserap seutuhnya. Karena ternyata, tak semua buruh tembakau kebagian bantuan itu.

Hal tersebut diketahui saat Komisi 1 DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker), Rabu (19/1/2022).

Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Tohari mengungkapkan, sesuai Permenkeu 215 Tahun 2021, pengalokasian dana cukai menyasar buruh tani, buruh pabrik dan buruh pengelola tembakau.

Namun dalam realisasinya, tak semua buruh tembakau tersentuh bantuan itu. Bahkan, di salah satu pabrik bahan baku tembakau di Bondowoso, tidak ada satupun karyawannya mendapatkan bantuan senilai Rp. 900 ribu tersebut.

" Contoh umpama seperti di PTP X, itu tidak satupun mendapatkan itu. Kemudian gudang di Sadana, itu juga tidak satupun mendapatkan alokasi BLT. Padahal mereka berhak," terangnya saat dikonfirmasi RRI. 

Sehingga, lanjut Tohari, pemerintah daerah melalui DPMPTSP disarankan untuk menjalankan Perbup yang mengacu pada Permenkeu Nomor 215 PMK 07 Tahun 2021. Agar semua buruh mendapatkan alokasi BLT Cukai Tembakau pada 2022 ini.

" Semua buruh pabrik rokok berhak. Baik yang tenaga borongan, tenaga harian, tenaga separuh waktu. Atau bahkan tenaga yang kemarin sempat di PHK, itu adalah buruh yang berhak terhadap bantuan langsung tunai cukai ini," paparnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Dan Naker Bondowoso, Nunung Setianingsih mengungkapkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan seluruh perusahaan yang berkaitan dengan BLT Cukai. Karena mereka menganggap bahwa cukai itu identik dengan pabrik rokok atau pengelolaan tembakau.

" Sehingga mereka ada masukan seperti itu kami sarankan ke Ketua Komisi 1 dan Kabag Perekonomian," ucap Nunung.

Berdasarkan aturan, BLT Cukai diprioritaskan bagi mereka yang bekerja di perusahaan tembakau. Sehingga, pihaknya meminta perusahaan untuk mengumpulkan data karyawan berdasarkan jenis pekerjaan mereka. Tujuannya untuk menentukan penerima prioritas BLT Cukai.

" Kalau kita mengacu pada aturan memang ada masyarakat yang diatur oleh pemerintah daerah. Tapi yang jadi prioritas adalah buruh tani tembakau, yang ada di gudang tembakau ataupun yang ada di pabrik rokok," imbuhnya. 

Di Bondowoso sendiri terdapat 16 perusahaan rokok dan pengelolaan tembakau dengan rata-rata di atas 100 buruh. Adapun, total anggaran BLT Cukai Tembakau sebesar 15 Miliar. Angka ini meningkat jika dibanding tahun lalu yang hanya berkisar 14 Miliar. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar