Desa Tamansari Banyuwangi Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Kategori Digital Kemenparekraf

KBRN, Banyuwangi : Desa Tamansari, yang berada di kecamatan Licin Banyuwangi, menjadi juara pertama Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Kategori Digital, yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Penghargaan ADWI 2021 diserahkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal Dan Transmigrasi, Budie Arie Setiadi, kepada kepala desa Tamansari, Rizal Sahputra, yang disaksikan langsung oleh Menteri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto,  dan Menkaparekraf Sandiaga Salahudin Uno.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, setelah melakukan serangkaian penilaian Desa Tamansari akhirnya terpilih menjadi juara 1 kategori digital, Desa Tamansari menjadi desa wisata dengan mengoptimalkan potensi dan berbagai jejaring bisnis, dengan BUMDes sebagai leading sektornya.

"Akhirnya Desa Tamansari terpilih sebagai juara pertama kategori digital, karena penerapan digitalisasi dimana desa ini terdapat lebih 300 warga yang terlibat dalam jejaring bisnis desa wisata. Desa Tamansari juga mengoptimalkan digitalisasi dalam membangun dan memperluas jangkauan pasar desa wisata," ungkap Bramuda, Rabu (8/12/2021).

Sementara itu kepala desa Tamansari, Rizal Sapautra mengatakan, program digitalisasi seperti Smart Kampung yang diterapkan Pemkab Banyuwangi, turut mendorong kami terbiasa mengembangkan digitalisasi di desa kami, yang akhirnya Desa Tamansari berhasil menjadi juara pertama ADWI kategori digital.

"Kami bersyukur dengan prestasi ini, dengan digitalisasi Desa Tamansari berhasil membangun jejaring bisnis yang dikelola BUMDes, dengan mengoptimalkan peran masyarakat. Penghargaan ini kian memotivasi kami untuk terus berinovasi," ungkap Rizal, Rabu (8/12/2021).

ADWI merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf. Penghargaan ADWI 2021 melalui proses yang panjang. Setelah melalui serangkaian tahap kurasi, dari 1.831 peserta desa wisata yang mendaftar secara nasional, terkurasi 300 besar desa wisata, yang kemudian dikerucutkan menjadi 100 Besar. Setelah itu terpilih menjadi 50 besar desa wisata terbaik hasil kurasi para dewan kurator dan dewan juri. (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar