DPPPA Situbondo, Beri Pemahaman Bahaya Adiktif Internet dan Game Online

Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak dengan tema

KBRN, Situbondo : Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggelar acara Sosialisasi yang dikemas dengan Seminar dengan tema "Lindungi Anak dari Bahaya Adiktif Internet dan Game Online".

Menurut Kepala DPPPA Situbondo, Imam Hidayat, seminar ini digelar sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang bahaya adiktif internet dan game online yang saat ini digandrungi generasi Z, yaitu rentang usia 5-24 tahun.

"Kegiatan ini terinspirasi adanya kasus kekerasan terhadap anak, akibat bahaya adiktif internet dan game online," ujar Imam Hidayat, usai acara Seminar, Senin (7/12/2021).  

Owner Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo ini mengaku, selama ini kasus anak yang notabene pelajar terhadap bahaya adiktif internet dan game online di Situbondo bukannya tidak ada. Hanya saja, ketidaktahuan masyarakat, sehingga menganggap tidak ada masalah ketika anak tak bisa lepas dari gadgetnya.

"Kasus bahaya adiktif gadget ini bukan tidak ada di Situbondo, tapi tidak tampak saja. Karena masyarakat banyak yang tidak paham, gejala awal yang nantinya akan berujung kepada hal yang fatal," bebernya. 

Oleh karena itu, seminar tersebut melibatkan pamateri yang kompeten di bidangnya yaitu Dokter Spesialis Kejiwaan, dr. Dewi Prisca Sembiring, Sp.Kj. Dokter yang kesehariannya bertugas menangani orang dengan gangguan jiwa, salah satunya yang disebabkan oleh bahaya adiktif internet dan game online.

"Pematerinya Dokter Spesialis Kejiwaan, untuk mengedukasi masyarakat agar mengenal lebih awal gejala atau ciri-ciri anak yang mulai kecanduan gadget, termasuk pencegahan dan penanganannya," ungkap Imam Hidayat.

Selain Dokter Spesialis Kejiwaan, DPPPA juga menghadirkan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Situbondo,  Indah Iswahyuni, untuk mengedukasi masyarakat tentang modus melalui Internet salah satunya game online yang sering dilakukan pelaku, khususnya yang menyasar usia anak.

"Banyak sekali modus yang dilancarkan oleh pelaku agar bisa memanfaatkan anak-anak sebagai korbannya. Oleh karenanya, kita edukasi masyarakat, agar mereka bisa mengantisipasi hal tersebut," ucapnya.

Acara seminar yang berlangsung selama kurang lebih enam jam ini, mengundang para Guru Bimbingan Konseling mulai tingkat SD hingga SMA sederajat, Ormas NU dan Muhammadiyah, Fatayat, serta forum anak yang notabene adalah para pelajar.

"Saya berharap, mereka yang diundang ini bisa memberikan 'getuk tular' kepada yang lain, sehingga sosialisasi ini bisa sampai hingga ke kalangan akar rumput. Acara ini juga kami tayangkan live melalui youtube," katanya. 

Kata Imam, seminar yang berlangsung di Aula Lantai II Pemkab Situbondo ini, merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk memberikan proteksi kepada masyarakat, agar terhindar dari bahaya adiktif internet dan game online.

"Bahaya adiktif internet dan game online ini harus diantisipasi sedini mungki. Karena kalau tidak, maka akan terjadi degradasi moral generasi kita. Terus mau jadi apa bangsa ini, kalau generasinya sakit jiwa," ulasnya.

Pantauan RRI. Kegiatan ini berlangsung efektif. Ada sesi tanya jawab sehingga peserta yang hadir bisa memahami apa yang seharusnya dilakukan, baik untuk pencegahan, penanganan, maupun deteksi dini terhadap anak yang sudah terkontaminasi bahayanya adiktif internet dan game online.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar