Buruh di Jember Tolak Penetapan UMK 2022, Bupati Surati Gubernur Jatim

KBRN,Jember: Ratusan Buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Muslim Indonesia ( Sarbumusi) berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Jember, Senin (6/12/2021).

Ujuk rasa para buruh untuk menolak penetapan Upah Minimum Kabupaten Jember 2022 yang ditetapkan sebesar Rp 2.355.662 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/803/KPT/013/2021 tentang penetapan UMK 2022 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Dari 36 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, hanya tercatat ada 5 Kabupaten yang tidak mengalami kenaikan UMK diantaranya Malang, Jombang, Probolinggo,Jember dan Kabupaten Pacitan.

"Kami menolak upah murah dan kami meminta pencabutan SK Gubernur Jawa Timur yang sudah dikeluarkan tanggal 30 November 2021, kami menilai besaran UMK yang ditetapkan dalam SK tersebut masih tidak bisa mewakili rasa keadilan bagi buruh di Jawa Timur," ujar Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Jember, Umar Faruq di sela-sela aksi unjuk rasa buruh di depan Pendopo Bupati Wahyawibawa Graha.

Faruq menegaskan, Berdasarkan hasil dari rapat bersama dari Dewan Pengupahan Kabupaten bersama perwakilan serikat Buruh dan asosiasi pengusaha dan komponen lain disepakati bahwasanya usulan UMK 2022 Kabupaten Jember ditetapkan sebesar Rp 2.400.000.

"Kami dari Sarbumusi sebelumnya juga pernah mengirimkan surat kepada Bupati Jember dan meminta agar besaran kenaikan UMK sebesar 8,51 persen, hal itu didasari karena UMK 2019 ke 2020 naiknya sama sebesar 8,51 persen dan di 2021 tidak ada kenaikan,dengan telah dikeluarkannya SK Gubernur Jatim dengan besaran penetapan UMK itu,kami para buruh merasa sangat kecewa," sesalnya.

Aksi ratusan Buruh itu akhirnya mendapat respon dari Bupati Jember Hendy Siswanto yang langsung menemui para buruh. 

Dihadapan aksi buruh, Bupati Hendy berjanji akan meneruskan tuntutan para Buruh serta meminta agar Gubernur Jawa Timur dapat merevisi SK Penetapan UMK  2022 yang telah dikeluarkan dan dapat melaksankan UMK Kabupaten Jember 2022 sesuai sebesar Rp 2.400.000 sesuai hasil sidang Pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Jember pada 15 November 2021.

"Mudah-mudahan Ibu Gubernur bisa menyetujui apa yang kita harapakan bersama,insa allah ibu Gubernur akan menyetujui apa yang kita usulkan hari ini," kata Bupati Hendy dihadapan ratusan massa buruh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar