KOTAKU Gelar Lokakarya, Entaskan Kawasan Kumuh di Situbondo

Kegiatan Lokakarya secara virtual yang dilaksanakan oleh Pemprov Jatim. Kamis (2/12/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) menggelar Lokakarya bersama dengan stake holder terkait melalui daring, selama dua hari, berakhir hari ini Kamis (2/12/2021).

Asissten Mandiri Kabupaten Situbondo, Triple Yuswantoro mengaku, Lokakarya dilakukan untuk menindaklanjuti kegiatan yang sudah dilakukan oleh masyarakat khusunya terkait dengan penanganan kawasan kumuh.

"Di Situbondo, ada tujuh desa/kelurahan yang merupakan kawasan kumuh, berdasarkan SK Kumuh tahun 2020," ujar Yuswantoro kepada RRI.

Tujuh desa tersebar di empat kecamatan, yaitu Desa Kilensari dan Alasmalang Kecamatan Panarukan, Desa Olean Kecamatan Situbondo, Desa Semiring dan Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran, Desa Wringin Anom dan Parante Kecamatan Asembagus.

"Ditambah Kelurahan Dawuhan, sisa kawasan kumuh pada tahun 2019," imbuhnya.

Yuswantoro mengaku, selama setahun berkegiatan untuk mengentaskan tujuh desa satu kelurahan, belum juga membuahkan hasil yang membanggakan. Memang secara skor menurun, namun belum bisa menurunkan luasan kumuh.

"2021 walaupun ada kegiatan di tujuh titik tersebut yaitu membangun jalan lingkungan dan drainase, namun masih belum bisa menurunkan luasan kumuh," tegasnya.

Kata Yuswantoro, ada tujuh parameter untuk mencapai kota tanpa kumuh, yaitu dengan menyediakan infrastruktur dasar, seperti jalan lingkungan, air bersih, drainase, air minum, sanitasi, persampahan, dan perlindungan kebakaran. 

"Ini pekerjaan rumah yang paling berat. Oleh karenanya, kita harus bersama-sama mengatasi lingkungan yang kumuh menjadi tidak kumuh lagi. Intinya, memerdekakan desa dari kekumuhan," imbuhnya.

Pantauan RRI, Lokakarya diikuti oleh seluruh stake holder terkait, di antaranya Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, dan Camat yang punya wilayah sasaran. 

"Semuanya harus bersinergi jika kita ingin memerdekakan kawasan kumuh tahun depan," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar