Tak Hanya Reklame, Satpol PP Bondowoso Amankan Spanduk Dan Baliho Nakal

Satpol PP Bondowoso Saat Mencopot Baliho Kecil Yang Tak Sesuai Ketentuan

KBRN, Bondowoso : Tak hanya menyegel puluhan papan reklame yang tidak bayar pajak, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso juga mengamankan sejumlah spanduk dan baliho nakal yang melanggar ketentuan dan ilegal.

Dari keterangan tertulisnya, Satpol PP setempat mengabarkan bahwa telah menertibkan spanduk dan baliho tidak berijin di seputar wilayah kota Bondowoso. Selain melanggar ketentuan lokasi pemasangan, spanduk dan baligo tersebut tidak berizin. 

Kepala Satpol PP Bondowoso, Slamet Yantoko menerangkan, selain tak berijin, spanduk dan baliho tersebut banyak yang terpasang sembarangan. Ada juga yang memasang di pohon menggunakan paku.

" Total ada 6. Sebanyak 4 tidak berijin atau dipaku di pohon,1 rusak dan 1 masa sudah habis," terangnya, Kamis (02/12/2021).

Spanduk dan baliho yang disita petugas cukup beragam. Uumnya berisi iklan produk yang tidak luput dari penertiban. Spanduk-spanduk ini kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk diamankan.

" Kalau tidak ada izin pemasangan maka akan ditertibkan sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Dalam pelaksanaan penertiban, para personel pun sudah dapat membedakan antara spanduk yang berijin dan tidak. Karena bisa dilihat dari spanduk  tersebut ada capnya atau tidak. Dan jika penempatannya tidak sesuai, ada ijin atau pun tidak tetap melanggar harus tetap ditertibkan.

" Kalau ada ijin dari pemerintah daerah, spanduknya di cap dan ditandatangani pejabat yang berwenang. Kalau tidak ada berarti liar," lanjutnya.

Belakangan, Satpol PP Bondowoso gencar melakukan penertiban spanduk tidak berijin dan melintang secara berkala, namun tetap saja kejadian serupa masih marak.

Menurutnya, pemasangan spanduk dan semacamnya harus dilakukan dengan mengurus perijinan terlebih dahulu. Selain masalah retribusi juga agar tidak menjadi kumuh dan teratur. Pemasangan spanduk dan baliho tidak boleh melanggar Perda tentang kebersihan-ketertiban dan keindahan. Jika Perda tidak diindahkan maka berdampak pada keindahan kota.

" Maka akan ditertibkan agar semua pihak patuh membayar retribusi reklame," pungkasnya. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar