Sambut Nataru, Empat Titik Rawan di Bondowoso Akan Diperketat

Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Saat Menggelar Rakor Persiapan Natal Dan Tahun Baru

KBRN, Bondowoso: Dalam rangka menyambut perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemkab Bondowoso memperketat sejumlah titik yang dianggap rawan.

Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin menerangkan, terdapat empat titik perhatian pemerintah yang akan dijaga ekstra ketat, yakni gereja-gereja, tempat perbelanjaan, tempat wisata dan fasilitas umum.

" Melaksanakan pengetatan dan pengawasan di 4 titik lokasi rawan keramaian," katanya, Selasa (30/11/2021).

Untuk itu, ia meminta kepada beberapa OPD untuk menyiapkan segalanya agar perayaan Nataru nanti, tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19. 

" Kepada Dinas Kesehatan saya minta untuk percepatan capaian target vaksinasi terutama bagi lansia," lanjutnya.

Kepada Satpol PP, ia meminta untuk membuat posko check point dalam upaya untuk melakukan penguatan, pengendalian dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan bersama TNI-Polri selama periode libur Nataru.

Adapun bagi masyarakat Salwa melarang untuk mengadakan pawai dan arak-arakan saat merayakan pergantian tahun baru baik yang terbuka maupun tertutup.

" Bagi ASN, TNI, Polri, BUMN dan karyawan swasta dilarang cuti selama periode libur Natal," imbuhnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerjasama yang baik semua pihak, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat dalam upaya mencegah penularan Covid-19, terutama varian baru.

Terhadap Satgas Penanganan Covid-19, Bupati berharap agar meningkatkan fungsinya baik di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT/RW. " Sejak tanggal 20 Desember 2021, dengan penerapan protokol kesehatan ketat," ungkap Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Tangsil Wetan tersebut.

Ditambahkan oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Herman Priyanto bahwa sesuai dengan Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021, pada saat malam pergantian tahun baru semua alun-alun akan ditutup pada tanggal 31 Desember sampai 1 Januari 2022.

" Sehingga untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di tempat kita," katanya.

Termasuk juga larangan mudik sesuai dengan arahan Kapolda. Kalaupun terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas mudik, maka harus menyertai SKM (Surat Keterangan Mudik).

" Tentu ini perlu dilaksanakan petugas di lapangan, dengan penerapan PPKM yang mati suri untuk melakukan skrining. Terhadap masyarakat yang masuk ke wilayah masing-masing, baik dalam rangka mudik atau yang lain sebagainya," bebernya.

Bahkan, kegiatan tersebut juga bisa dilakukan di terminal dan beberapa titik lainnya. Dengan melakukan check point termasuk penerapan aplikasi Peduli Lindungi 

Adapun untuk gereja, Kapolres meminta kepada para camat untuk memberikan informasi keberadaan gereja. Dan harus mengetaui SOP gereja terkait pelaksanaan ibadah Natal nanti.

" Saya sampaikan, dilaksanakan 50 persen nanti di dalam gereja, 50 persen lainnya di rumah masing-masing," pungkasnya. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar