Akhirnya, Masyarakat Desa Ketah Punya Sumber Mata Air

Bupati Situbondo Karna Suswandi didampingi Kepala Dinas PUPR mengecek sumur bor dalam di Desa Ketah Kecamatan Bungatan. Minggu (28/11/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Harapan masyarakat pesisir di Desa Ketah Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, untuk memiliki sumber mata air terjawab sudah.

Pemkab Situbondo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), membangun sumur bor dalam, untuk warga pesisir Ketah menggunakan anggaran sebesar Rp854.430.000.

"Alhamdulillah, sekarang sudah bisa mengambil air bersih dekat rumah. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah peduli kepada kami," ujar Sukamto, warga Ketah penerima manfaat air bersih, Minggu (28/11/2021).

Sukamto mengaku, selama ini warga pesisir Ketah mengambil air bersih untuk kebutuhan masak dan minum ke wilayah Besuki, yang berjarak sekitar empat kilometer. Hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Air disini tidak layak untuk dikonsumsi, karena jaraknya dekat dengan pantai, rasa airnya masih asin," ungkapnya.

Kepala Desa Ketah, Anik Yanuarita berterima kasih kepada pemerintah daerah karena telah membantu warganya menyediakan sumber air bersih dengan membangun sumur bor dalam menggunakan APBD 2021.

"Terima kasih kepada pak bupati, yang telah peduli kepada warga kami. Terus terang, air bersih ini dambaan warga kami selama ini," ujarnya.

Katanya, air sumur bor itu mampu memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak 145 kepala keluarga (KK). Sedangkan warga yang harus dicukupi kebutuhan air bersihnya sebanyak 500 KK.

"Disini ada 500 KK, namun sumur bor ini hanya bisa dimanfaatkan oleh 145 KK. Ke depannya, kami akan berupaya membangun sumur bor lagi menggunakan dana desa (DD)," bebernya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Karna Suswandi dalam acara Peresmian Penyediaan Sarana Prasarana Air Minum bagi warga Ketah meminta kepada warga agar merawat dan menjaga sumur bor dengan baik.

"Dirawat dengan baik, agar dapat memberi manfaat dalam rentang waktu yang lama. Ingat, setetes air itu sangat bermanfaat bagi kehidupan," kata Bung Karna, sapaan akrabnya.

Bung Karna menyampaikan posisi APBD saat ini sebesar Rp1,6 triliun. Jumlah tersebut sangat minim karena harus dikurangi untuk belanja operasional sebesar Rp1,3 triliun. Tersisa Rp250 miliar, digunakan untuk belanja modal.

"Pembangunan sumur bor ini menggunakan dana APBD. Namun untuk selanjutnya, saya berharap untuk dibangun lagi menggunakan dana desa. Karena kondisi APBD kita sangat terbatas," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar