Teruskan Amanat Undang-Undang, Bondowoso Gelar Rekrutmen Forum Anak 2021

Kepala DPPKB Bondowoso, dr. Agus Suwardjito (paling kiri)

KBRN, Bondowoso : Puluhan siswa dari berbagai sekolah, mengikuti Rekrutmen Forum Anak 2021, di Sabha Bina Praja I, Jumat (26/11/2021) pagi. Agenda itu dilakukan setelah masa bakti pengurus forum anak sebelumnya telah habis. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bondowoso, dr Agus Suwardjito menyampaikan, kegiatan rutin itu sudah sesuai dengan amanat undang-undang perlindungan anak, serta peraturan Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak pusat. Dimana untuk terbentuknya Kabupaten Layak Anak (KLA), maka harus mengadakan forum tersebut. 

"Di tingkat kabupaten, kecamatan maupun di tingkat desa," jelasnya.

Forum itu sebagai wadah untuk menampung aspirasi anak-anak, terutama dalam pemenuhan hak-hak dan perlindungan terhadap anak. 

"Mereka sendiri nanti sebagai wakilnya anak-anak. Untuk menyuarakan apa kepentingan-kepentingan anak," urainya.

Forum anak ternyata juga akan terlibat dalam perencanaan pembangunan. Mulai dari tingkat Desa hingga Tingkat Kabupaten. Biasanya suara mereka ditampung dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Baik kebutuhan ataupun permasalahan yang dialami dalam wilayah masing-masing.

Selain sebagai wadah, forum anak ini juga memiliki dua fungsi. Diantaranya, berfungsi sebagai pelopor atau sering disebut sebagai agent of change. Artinya mereka juga dituntut untuk ikut serta dalam kegiatan dalam forum tersebut. Termasuk upaya pencegahan pernikahan anak.

Fungsi lainnya adalah fungsi sebagai pelapor. Artinya forum anak desa, memiliki kewajiban untuk melaporkan segala permasalahan yang dialami oleh anak. Baik kekerasan atau pelecehan terhadap anak. 

"Atau setidak-tidaknya persoalan apapun yang menyangkut anak dan remaja sebayanya. Sebisa mungkin mereka memberikan konseling," katanya.

Tidak hanya di masyarakat, mereka juga diharapkan dapat menjadi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) di sekolah masing-masing, sehingga ketika ada teman sekolahnya yang sudah berpacaran dan terindikasi melampaui batas, mereka bisa memberikan edukasi dan lain sebagainya.

 "Kalau menyelesaikan dengan model-model sebaya, mungkin bisa lebih diterima. Berbeda ketika orang tua memberi nasehat," imbuhnya.

Oleh sebab itu, dalam forum anak ini pihaknya juga akan melibatkan siswa dari Pondok Pesantren atau madrasah, hingga siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Bondowoso. Mengingat aspirasi mereka juga harus ditampung, serta kekerasan dan pernikahan dini juga banyak ditemui hingga saat ini.

Ke depan, pihaknya akan membentuk forum anak di semua kecamatan yang ada. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan membentuk forum anak di tingkat desa. Mengingat saat ini forum itu hanya berada pada tingkat kabupaten saja. Tentunya, dengan pengawalan dan pendampingan dari pemerintah. 

"Bagaimanapun kita juga harus memberikan kapasitas kepada mereka. Kita juga akan memfasilitasi kebutuhan mereka." pungkasnya. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar