Ini Alasan Mengapa Harus Merayakan Maulid Nabi dan Hari Santri

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Puncak Peringatan Hari Santri Nasional di Aula PCNU Kabupaten Situbondo. Jumat (22/10/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Wakil Syuriah PCNU Situbondo, Prof. Dr. Abuyazid menyampaikan alasan mengapa harus merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Katanya, sudah jelas tertulis di dalam kitab-kitab kuning bahwa tidak ada hari besar paling bersejarah dan paling monumental nilai sejarahnya, dibandingkan dengan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

"Oleh karenanya, marilah kita berharap syafaat dari Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua diberikan Taufik serta Hidayah dalam menjalankan hidup ini dengan penuh keberkahan," ujarnya saat memberikan sambutan dalam rangka Maulid Nabi dan Puncak Peringatan Hari Santri Nasional di Aula PCNU Situbondo, Jumat (22/10/2021). 

"Itulah pentingnya kita semua memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," imbuh Abuyazid.

Selain alasan memperingati Maulid Nabi. Ia juga menyampaikan alasan memperingati Hari Santri Nasional. Katanya, pertempuran dahsyat melawan tentara sekutu pada 10 November 1945, tak lepas dari peran serta kaum santri, yang bergabung dengan tentara Indonesia melawan sekutu.

"Pada 10 November 1945 ada pertempuran sangat dahsyat di Surabaya. Sekutu datang kembali ke Indonesia untuk merongrong  kemerdekaan Indonesia," bebernya.

Salah satu tonggak penting dalam pertempuran sengit melawan sekutu itu, adalah lahirnya Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya yang dikomandoi oleh Rois Akbar NU, Syaikhona Kiai Hasyim Asy'ari. 

"Dari resolusi itulah kemudian terbentuk tentara sabilillah yang ada di pesantren-pesantren. Mereka bergabung dengan tentara Indonesia untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mampu melakukan perlawanan dalam pertempuran pada 10 November 1945," ungkapnya. 

Atas dasar itulah Hari Santri Nasional pada 22 Oktober ditetapkan. Ini merupakan rekognisi dan pengakuan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, atas perjuangan kaum santri yang tergabung dalam jam'iyah NU, dengan membentuk laskar NU dan bergabung dengan tentara lainnya hingga mampu mengalahkan tentara sekutu.

"Walaupun itu harus dibayar mahal dengan gugurnya sekitar 2.000 pahlwan bangsa, akan tetapi pada akhirnya kita sebagai generasi mampu mengenyam kehidupan, pendidikan layak seperti saat ini. Itulah pentingnya kita memperingati Hari Santri," bebernya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dalam sambutannya mengatakan, bahwa sebuah kebersamaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HSN, bukan hanya memeriahkannya, tetapi bagaimana bisa mengambil esensi dari peristiwa keduanya.

"Maulid Nabi tidak hanya dirayakan, tetapi kita harus bisa meneladani akhlak Rosulullah SAW. Saya berharap, HSN ini adalah hari yang paling istimewa bagi Situbondo karena Situbondo adalah Kota Santri Pancasila," ujarnya. 

Ia berharap, para santri di Situbondo mampu berkontribusi dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan visi kepemimpinan Karna Suswandi dan Khoirani, yaitu mewujudkan Situbondo Berjaya (berakhlak, adil, sejahtera dan berdaya).

"Para santri di Situbondo bisa berkontribusi untuk mewujudkan Situbondo Berjaya," tegas Bung Karna, sapaan bupati.

Bung Karna, juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi PCNU dalam menyukseskan vaksinasi, sehingga capaian vaksinasi yang semula hanya 16,5 persen dalam kurun waktu satu bulan naik signifikan. 

"Capaian kita saat ini sudah 52 persen. Dalam satu bulan, ada kenaikan signifikan atau sudah tercapai 52 persen. Artinya, ada sebanyak 285.599 orang yang sudah divaksin dari target sasaran sebanyak 548.304," katanya. 

Namun capaian tersebut masih perlu ditingkatkan, lanjut Bung Karna. Karena untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, vaksinasi harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk yang wajib vaksin. 

"Oleh karenanya, kita berharap agar PCNU dan semua pihak, untuk terus berpartisipasi agar bisa mencapai 70 persen," tegas Bung Karna.

Pantauan RRI, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan malam puncak Hari Santri Nasional PCNU Kabupaten Situbondo, dimeriahkan dengan 27 rangkaian jenis kegiatan, di antaranya kegiatan lomba-lomba,  pemberian reward untuk masjid, parade qiroah, dan lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00