BRIN dan Politeknik Negeri Jember Sukses Kembangkan Mikrohidro dan Biogas di Desa Gelang Jember

Energi listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat, namun tidak semuanya bisa menikmati aliran listrik secara merata seperti yang di alami oleh masyarakat Dusun Lanasan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Sebelumnya penerangan listrik untuk Dusun Lanasan yang terletak di lembah Gunung Argopuro hanya ditenagai oleh satu mesin diesel yang hanya menghidupkan 3-4 lampu secara bergantian untuk 30 kepala keluarga dan saat ini kondisi mesin diesel sering mengalami gangguan operasional. Sedangkan aliran sungai dari air terjun Rengganis yang mengalir di sepanjang Dusun Lanasan dan memiliki tinggi jatuh air yang memadai belum termanfaatkan sebagai sumber daya penghasil listrik. Selain itu, di Dusun Lanasan banyak ditemukan hamparan kotoran ternak sapi dan kambing yang tidak termanfaatkan dan menimbulkan polusi bau. Hal inilah yang mendasari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jember dalam pelaksanaan Hibah Program Produk Teknologi Yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Biogas untuk meningkatkan ketahanan energi dan perekonomian masyarakat Dusun Lanasan, Desa Gelang, Jember.

"Kami ingin berbagi langsung dengan masyarakat Dusun Lanasan yang masih mengalami kekurangan pasokan listrik dan kebutuhan gas rumah tangga. Dusun mereka sampai saat ini masih belum dapat menikmati listrik secara penuh dan masih banyak masyarakatnya yang mencari kayu bakar untuk memasak sedangkan kotoran sapi berlimpah. Kami bersama beberapa mahasiswa membangun PLTMH Dusun Lanasan dengan memanfaatkan debit air yang cukup deras. Selanjutnya kita lanjutkan pembangunan biogas komunal. Masyarakat merasa bahagia dan nyaman karena untuk pertama kalinya mereka mendapat penerangan listrik yang cukup dan biogas gratis dari kotoran ternak untuk memasak", tutur I Putu Dody Lesmana, dosen pendamping yang merupakan ketua pelaksana PTDM ini kepada RRI, Kamis (21/10/21).

Ketua pelaksana PTDM ini menambahkan, PLTMH merupakan salah satu pembangkit listrik skala kecil yang dapat diterapkan pada kawasan yang memiliki ketersediaan aliran sungai dengan debit yang kontinyu dan tinggi jatuh air yang cukup tinggi untuk mengerakkan turbin yang memutar generator sebagai penghasil listrik. Sedangkan biogas komunal menggunakan digester balon merupakan solusi murah dan efektif untuk mengolah kotoran ternak yang berlimpah dan tidak termanfaatkan.

"Setelah dilakukan survei lapangan, debit air yang mengalir di sepanjang Dusun Lanasan ternyata memiliki potensi energi terbarukan. Kami sudah melakukan pengukuran debit andalan di beberapa lokasi peletakan mikrohidro menggunakan current meter counter, melakukan analisis, dan menentukan desain mikrohidro yang sesuai untuk menghasilkan daya listrik yang optimal dan stabil. Sedangkan pembangunan biogas komunal diletakkan di dekat kandang ternak masyarakat untuk memudahkan mobilisasi kotoran. Masyarakat Dusun Lanasan juga sangat antusias membantu pelaksanaan program ini" ujar Dody dengan nada gembira.

Rangkaian kegiatan PTDM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pembuatan PLTMH Dusun Lanasan dan biogas komunal. Dalam bagian pembuatan PLTMH Dusun Lanasan di awali dengan survei lapangan oleh tim pelaksana PTDM yang dibantu dua orang masyarakat Dusun Lanasan sebagai petunjuk jalan untuk penelusuran sungai. Selanjutnya, dilakukan analisis debit aliran sungai dan desain mikrohidro dengan turbin cross flow. Tahapan pertama, dilakukan konstruksi bangunan PLTMH Dusun Lanasan yang meliputi pembangunan bendungan, saluran intake, pintu intake, pintu pembuang kelebihan air, saluran pembawa (head race), bak penampungan (forebay), dan saluran pesat (penstock) yang terhubung ke generator mikrohidro.

Tahapan kedua adalah pengujian laboratorium kinerja dari generator magnet permanen sebelum diterapkan di sungai. Tujuannya untuk mengetahui besaran tegangan, dari yang tertinggi sampai terendah menggunakan motor yang diputar dengan kecepatan (rpm) bervariasi tanpa dibebani apapun.

Tahapan ketiga adalah pembuatan turbin/kincir air cross flow, berfungsi mengubah energi air menjadi energi gerak putar yang dihubungkan pada generator sehingga menghasilkan energi listrik. Sementara tahapan keempat yaitu perakitan turbin air, generator, dan rangka menjadi perangkat mikrohidro.

Tahapan kelima adalah pemasangan tiga perangkat mikrohidro pada titik-titik lokasi yang ditentukan. Sedangkan tahapan keenam adalah sinkronisasi aliran listrik yang dihasilkan oleh tiga perangkat mikrohidro dan merubah aliran listrik dari DC-ke-AC melalui inverter. Dari hasil pengukuran menggunakan Watt Meter didapatkan daya listrik yang dihasilkan mampu mencapai 2800 Watt. Tahapan ketujuh adalah instalasi aliran listrik ke rumah-rumah masyarakat Dusun Lanasan, penerangan jalan, dan masjid sehingga saat ini kebutuhan listrik dapat dipenuhi secara merata.

Pada bagian kedua, tahapan pembangunan biogas komunal dimulai dari pemilihan lokasi biogas, pembuatan lubang dan saluran inlet dan outlet, pembuatan digester balon, dan distribusi saluran gas ke rumah-rumah masyarakat Dusun Lanasan.

"Kami berharap mikrohidro dan biogas komunal ini bisa dikembangkan di daerah-daerah tertinggal sehingga dapat menciptakan kemandirian energi dan ketahanan perekonomian. Dengan melakukan pendampingan dan transfer teknologi pada masyarakat Dusun Lanasan, keberlanjutan program ini dapat terus memberikan manfaat berkesinambungan,” pungkas Dody, ketua pelaksana PTDM saat ditemui di Dusun Lanasan, Desa Gelang, Jember. (dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00