Angka Pengangguran Terbuka di Situbondo Mencapai 15.722

Kepala Disnakertrans Kabupaten Situbondo, Didik Sulistiyono, saat memberikan konfirmasi terkait angka pengangguran terbuka yang mengalami kenaikan signifikan di tengah pandemi COVID-19. Jumat (15/10/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berupaya untuk menekan tingginya angka pengangguran yang mencapai 15.722 atau 5,83 persen dari jumlah angkatan kerja 2020.

Kepala Disnakertrans Situbondo, Didik Sulistiyono mengaku, angka pengangguran mengalami lonjakan signifikan. Hal ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang memberikan dampak signifikan  terhadap sektor ekonomi.

"Pandemi ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap meningkatnya jumlah pengangguran," ujar Didik, sarapannya, Jumat (15/10/2021)

Didik mengaku, bahwa salah satu tupoksi Disnakertrans yaitu tentang ketenagakerjaan. Dalam hal ini, pihaknya berupaya agar tingkat pengangguran dapat berkurang atau ditekan. 

"Alhamdulillah selama ini kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang bisa menyerap tenaga kerja salah satunya perusahaan yang bekerja di bidang industri playwood," bebernya.

Perusahaan yang berada di Desa Lamongan Kecamatan Arjasa itu, membutuhkan tenaga kerja sebanyak 300 orang. Termasuk juga di beberapa perusahaan lainnya di Situbondo. Bahkan juga bekerja sama dengan pemerintah Jepang. 

"Kalau dengan pemerintah Jepang, khusus untuk lulusan SMA sederajat atau S1. Mereka bisa magang di Jepang. Kalau cocok, kontraknya bisa dilanjut," kata Didik.

Didik bilang, berdasarkan hasil survey angkatan kerja nasional (rakernas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2020. Angka pengangguran di Situbondo selama kurun waktu 5 tahun yakni 2015-2020 mengalami fluktuasi.

2015, angka pengangguran terbuka sebanyak 13.013 orang atau 3,57 persen dari jumlah angkatan kerja. 2017 menurun menjadi 5.723 atau 1,49 persen. 2018 naik menjadi 7.359 atau 1,85 persen. 2019 melonjak di angka 11.148 atau 2,82 persen. 

"2020 angka pengangguran naik tajam karena dampak pandemi COVID-19, mencapai 15.722 atau 5,83 persen dari jumlah angkatan kerja," tegas Didik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00