Pohon Sonokeling Ditebang, Warga Badean Bondowoso Meradang

Salah Satu Pohon Sonokeling Yang Ditebang

KBRN, Bondowoso : Tiga pohon Sonokeling di Taman Magenda, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, ditebang. 

Dari keterangan warga sekitar bahwa pohon telah ditebang sejak Selasa, 12 Oktober 2021 lalu. 

Aksi penebangan tiga pohon ini direkam oleh warga sekitar. Hingga videonya pun ramai di pesan berantai whatsapp. Sebab, pohon-pohon itu selama ini dijadikan warga setempat untuk berteduh. 

Salah seorang warga Kelurahan Badean RT 2 RW 1, Miftahul Huda, Kamis (14/10/2021) malam, menyayangkan penebangan pohon tersebut. 

Sebab, melihat dari segi fungsi masih sangat dibutuhkan. Apalagi semua pohon bernama latin Dalbergia Latifolia ini, yang ditebang masih dalam kondisi sehat. Tak ada satu pun pohon yang keropos.

"Ini lo ditebang. Kalaupun dianggap membahayakan biasanya hanya rantingnya yang dipotong. Ini pohon bagus. Sangat sehat. Apalagi menjadi salah satu keindahan di Taman Magenda," sesalnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Aris Agung Sungkowo, menyebut tak terlibat dalam penebangan tiga pohon Sonokeling ini. 

Kendati pohon tersebut memang dalam pengawasan DLHP, Mantan Kasatpol PP itu menyatakan penebangan tersebut murni merupakan inisiatif dan dalam tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pihaknya hanya menerima pemberitahuan.

"Pastinya ada pengajuan ke perijinan untuk pemotongan pohon. Yang mengajukan dan penanggungjawabnya PUPR," jelas Aris, Jumat (15/10/2021).

Aris mengaku memang tak terlalu mengawasi penebangan tersebut. Sebab, pihaknya berasumsi akan ada pelebaran jalan sehingga pohon di Taman Magenda memang perlu ditebang.

"Izinnya penebangannya karena pohon itu menggangu jalan. Maka kami pikir akan ada pelebaran jalan. Ketika penanggungjawabnya PUPR saya pikir yang motong ya tim PUPR. Bukan tim DLHP," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR saat hendak dikonfirmasi tidak ada di kantor. Saat dihubungi lewat sambungan telepon mau pesan whatapp tidak merespon.

"Pak Kadis sedang rapat di luar. Kabid yang membidangi juga lagi ada kerjaan," ujar petugas penerima tamu di Kantor PUPR.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Agung Ari Bowo dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya menghentikan sementara penebangan pohon itu. Karena telah dinilai meresahkan masyarakat. 

"Ya kemarin kan meresahkan, jadi saya stop dulu. Kalau untuk pelaporan sampai saat ini belum ada," ujarnya. 

Kepolisian sendiri tengah mendalami penebangan pohon itu. Bahkan, telah memanggil seorang yang disebutkan oleh pekerja, berinisial J untuk menunjukkan surat-surat ijin penebangan. 

Disinggung tentang Dinas PUPR yang memberikan rekomendasi, pria akrab dipanggil Agung ini menjelaskan bahwa masih pendalaman. 

"Masih pendalaman," tuturnya. 

Wabup Irwan Bachtiar Rahmat yang datang langsung ke lokasi, menerangkan, bahwa pihaknya juga telah meminta agar penebangan dihentikan. 

"Saya suruh berhentikan, jangan ada penebangan lagi. Karena, satu itu adalah pohon ayoman. Yang diajukan enam, yang roboh baru satu. Sisanya lima saya suruh stop," ujarnya. 

Dirinya sendiri juga telah memanggil sejumlah kepala dinas yang terdiri dari Dinas PUPR, DLHP, Inspektorat, Satpol PP, hingga DPMPTSP. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00