Bupati Bondowoso Tegaskan TP2D Dibentuk Karena Butuh, Ahmad Dhafir : Kita Semua Boneka

Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi di DPRD Bondowoso

KBRN, Bondowoso : Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin menegaskan bahwa dibentuknya Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) karena kebutuhan daerah dalam upaya untuk mengakselerasi pelaksanaan pembangunan. 

Hal itu sesuai dengan Perbup no 49 tahun 2021 tentang Tim Percepatan Pembangunan Daerah Kabupaten Bondowoso ditegaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatannya, anggota TP2D bersifat independen, netral, objektif, transparan, efisien, akurat dan akuntabela.

" Karena kebutuhan daerah dalam upaya untuk mengakselerasi pelaksanaan pembangunan," paparnya saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bondowoso, Sabtu (25/09/2021).

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir menjelaskan bahwa apa yang telah dilaporkan pansus, pimpinan wajib untuk menindaklanjutinya. 

Semua pihak, lanjut Dhafir, berharap Trias Politica yang terdiri dari Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif sama-sama diberi kewenangan kekuasaan yang saling menghormati. Tentu kekuasaan tetap pada bingkai aturan perundangan. Tidak boleh keluar !.

" Kita semua boneka. Bukan boneka perorangan tapi bonekanya aturan perundangan dan regulasi yang ada," ungkapnya. 

Sehingga, ia berharap semua pihak mematuhi regulasi yang disampaikan laporan pansus. Karena pansus yang dibentuk mewakili DPRD bertugas untuk melaporkan hasil kinerjanya.

" Dari beberapa rapat kerja, kunjungan kerja bahkan konsultasi ke provinsi terutama masalah Pasal 7 itu, kesimpulan akhirnya adalah wajib untuk dipatuhi," tegasnya. 

Karena bagaimanapun, selama mematuhi peraturan yang ada, ia yakin pihaknya akan mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh pihak eksekutif. Adapun mengenai keberadaan TP2D, Dhafir mengaku tak bisa mengintervensi dan menyerahkannya pada eksekutif. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00