Cakupan Vaksinasi Rendah, Situbondo Diperkirakan Naik Level

Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Syaifullah saat memberikan keterangan terkait rendahnya cakupan vaksinasi di Situbondo. Selasa (21/9/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diperkirakan akan kembali ke PPKM level tiga. Karena hingga kini, cakupan vaksinasi masih rendah, yaitu 16 persen dari target sasaran 548.304 orang.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Syaifullah. Katanya, kembali ke level tiga tersebut sangat mungkin terjadi, karena santernya berita hoax terkait bahaya vaksinasi.

"Akhir bulan kita harus mencapai target 50 persen. Kalau tidak bisa memenuhi target, level kita yang saat ini level satu akan dinaikkan," ujar Syaifullah kepada RRI, Selasa (21/9/2021).

Syaifullah mengemukakan, santernya berita hoax terkait bahaya vaksinasi, sangat mempengaruhi minat masyarakat untuk divaksin. Menyikapi itu, Satgas COVID-19 Situbondo akan lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi.

"Instruksinya jelas oleh bupati, bahwa kita akan menggalakkan sosilaisasi vaksinasi, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi," bebernya.

Catatan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo, hingga Senin 20 September 2021, capaian vaksinasi di Situbondo dalam kurun waktu delapan bulan, masih rendah, yaitu sebanyak 139.471 orang dari 548.304 sasaran. 

"Akhir bulan ini kita diharapkan bisa menambah sebanyak 54 ribu orang yang divaksin. Kalau ini bisa dicapai, maka kita harus mengejar target 50 hingga 70 persen," imbuh Syaifullah.

Untuk mencapai target tersebut, Syaifullah mengaku, Bupati Karna Suswandi telah mengintruksikan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di setiap kecamatan. Hal itu dikarenakan, vaksinasi di kota santri ini sangat rendah, dalam rentang waktu yang cukup lama.

"Kita memang ditarget oleh bupati supaya masing-masing puskesmas bisa meningkatkan cakupan vaksinasi 10 persen. Sedangkan kecamatan yang target sasarannya rendah, ditarget naik 15 persen," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00