Sandiaga Uno Ingatkan Pelaku Parekraf Utamakan Aspek Kesehatan dan Disiplin Prokes

KBRN, Banyuwangi : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, mengingatkan pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, agar tidak lengah dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, meski secara bertahap sejumlah destinasi wisata mulai dibuka.  

Hal tersebut dikatakan Sandiaga Uno ketika mengunjungi sejumlah destinasi wisata di desa Tamansari Kecamatan Licin Banyuwangi, menurut Sandi, setelah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), secara perlahan dilonggarkan, dengan pembukaan sejumlah destinasi wisata, aspek kesehatan harus diutamakan, salah satunya adalah penerapan protokol kesehatan.

"Pertama kita dahulukan aspek kesehatan, jangan sampai lengah, utamanya dalam penerapan protokol kesehatan, seperti mengunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak," ungkap Sandiaga, Sabtu (18/9/2021).

Selain itu pihaknya mengapresiasi kabupaten Banyuwangi, yang sudah menuntaskan vaksinasi hingga 50 persen, dan menekan penyebaran Covid-19, serta mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk sejumlah destinasi wisata di kabupaten berjuluk "The Sunrise Of Java" tersebut.

"Alhamdulillah vaksinasi di Banyuwangi sudah mencapai 50 persen, dan sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk destinasi wisata, ini terbaik, terbaik," kata Sandiaga Uno.

Sandi pun optimis dengan perkembangan wisata Indonesia di masa pandemi, termasuk Banyuwangi, bisa bangkit, seiring penanganan Covid-19 di Banyuwangi mulai terkendali dengan baik, sehingga bisa mendorong kebangkitan ekonomi, dengan syaratnya tetap disiplin protokol kesehatan.

"Saya yakin pariwisata Banyuwangi bisa bangkit, dan mendorong kebangkitan ekonomi, syaratnya adalah utamakan aspek kesehatan, sehingga bisa mendorong," pungkas mas Menteri Sandiaga.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata MY Bramuda mengatakan, mulai pekan lalu, sejumlah destinasi di Banyuwangi, secara bertahap mulai dibuka, dimana sebelum dibuka tempat wisata harus disurvey terlebih dahulu oleh tim satgas Covid-19 dan Asosiasi Pariwisata Banyuwangi, jika memang layak maka diijinkan untuk buka.  

"Dari 68 destinasi wisata, sementara terdapat 15 destinasi yang dibuka, dan mayoritas adalah destinasi wisata alam," ungkap Bramuda, Sabtu (18/9/2021).

Adapun syarat pembukaan destinasi wisata di Banyuwangi, diantaranta kapasitas pengunjung di destinasi wisata hanya 25 persen, para pelaku wisata harus sudah divaksin, dan tiap destinasi wisata harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukan sertifikat vaksin bagi para pengunjung sabagai syarat masuk destinasi wisata. (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00