Menparekraf Sandiaga Uno : Desa Tamansari Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

KBRN, Banyuwangi : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, mengunjungi sejumlah destinasi wisata di desa Tamansari, kecamatan Licin Banyuwangi, Sabtu (18/9/2021). Kunjunganya Sandiaga Uno ke Desa Tamansari bersama tim Kemenparekraf, salah satunya untuk melakukan penilaian langsung terhadap desa yang berada dilereng Gunung Ijen tersebut, yang terpilih sebagai 50 finalis Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Sandiaga Uno mengatakan,  Desa Wisata Tamansari, Kecamtan Licin, memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus bisa menjadi tujuan wisata tingkat dunia, karena miliki modal berupa pelestarian budaya, lingkungan, dan kearifan lokal, serta historis yang bisa, membuat orang penasarann untuk datang dan melihat langsung keindahan dan keramahan masyarakat Tamansari.

"Desa Tamansari memiliki daya tarik cukup kuat, mulai dari Kawah Ijen dengan Blue Firenya, ada juga histori destinasi wisata Sendang Seruni yang dikelola oleh masyarakat, sehingga jangankan 30 tahun, 10 tahun ke depan akan menjadi desa wisata tujuan dunia, karena alamnya dipelihara dengan baik, budaya dan historisnya kuat," ungkap Sandiaga, Sabtu (18/9/2021).

Menurut Sandiaga, Banyuwangi sudah ada desa kelas dunia, yakni Desa Adat Osing di Kemiren yang terkenal dengan wisata budayanya, sekarang ada Desa Tamansari, yang daya tarik wisata alam, dengan historis yang cukup kuat, dan didukung dengan digitaliasi, serta SDM yang konsen terhadap pelestarian lingkungan.

"Saya yakin dengan konsistensi melalui kegiatan budaya, pelestarian alam, dan digitaliasai, Tamansari bisa menjadi destinasi wisata dunia," tambah Sandiaga.

Kepala Desa Tamansari, Rizal Sahputra mengatakan, desa Tamansaru sudah dipersiapan untuk menjadi desa wisata sejak sejak 2015 dengan BUMDes sebagai leading sektornya, dimana pemerintah desa bertekad mencukupi akomodasi pariwisata serta menyempurnakan segala bentuk sumber daya yang berkaitan dengan desa wisata.

"Kami selalu mendorong segala unit usaha desa benar-benar diinisiasi oleh warga itu sendiri, secara perlahan hingga saat ini ada 60 UMKM, 50 homestay, puluhan jasa guide wisata, yang menjadi penunjang desa wisata," ungkap Rizal, Sabtu (18/9/2021).

Desa Tamansari menjadi 50 finalis Dari 1.831 desa di Indonesia yang mengikuti kompetisi desa wisata ini. ADWI merupakan ajang lomba desa wisata yang diselenggarakan Kemenparekraf untuk membangkitkan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00