Angkat Budaya Seblang, Penulis Film Asal Banyuwangi Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

Achmad Roghib Mabrur Penulis naskah film asal bumi Banyuwangi, berhasil menorehkan prestasi ditingkat nasional  dalam perhelatan SCENE Inkubasi Masterclass Pengembangan Skenario Film TV & OTT 2021 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). Karyanya dengan mengangkat budaya adat suku using yaitu Seblang Olehsari, berhasil menarik perhatian dewan juri, sekaligus membawa karya tersebut lolos hingga 14 besar nasional.

Mabrur menceritakan, bahwa selama proses seleksi SCENE Inkubasi Masterclass Pengembangan Skenario Film TV & OTT 2021 sangat ketat dan penuh perjuangan, pasalnya ia harus menyisihkan 66 peserta dari empat kota besar yang menjadi lokasi penyisihan scene daerah seperti Surabaya, Bandung, Padang, dan Makasar, untuk mencapai lolos ke 14 besar nasional.

“Alhamdulillah, Saya bersyukur karena berkat doa orang tua dan saudara-saudara saya, saya lolos 14 besar nasional, proses seleksinya sangat ketat dan penuh perjuangan, sebelum lolos hingga final Inkubasi Nasional, dan digembleng selama 2 minggu pada tanggal 20 Agustus – 2 September 2021 di Bogor dan Jakarta”, ungkap Mabrur, Jum'at (17/9/2021).

Mabrur menjelaskan dirinya sengaja mengangkat tema budaya lokal Banyuwangi “Adat istiadat Seblang Olehsari” yang di kemas menarik sedemikian rupa dengan rasa Internasional, dengan judul film panjang “Girl Man” dengan “loglinenya adalah seorang perempuan penari Seblang ingin melaksanakan tolak bala desa sebagai kewajiban adat sejak menerima wangsit leluhur. Tetapi timbul dilema ketika dia harus memenuhi tuntutan trah dan ingin mengungkapkan status gendernya kepada gadis yang dicintainya bahwa dia mengidap hipospadia.

“Saya sangat sadar jika konten lokal atau cerita rakyat yang ada di daerah seperti Banyuwangi ini sedang naik daun, karena pasar mencari cerita yang otentik untuk bisa diadaptasi menjadi sebuah karya film komersil, namun sayangnya banyak cerita daerah yang belum terangkat dengan baik, padahal karakter cerita itu sangat kaya akan kebudayaan lokal untuk bisa dikembangkan, oleh karenanya film Girl Man ini terinspirasi dari tradisi Seblang Olehsari dan isu terkini yang sedang hangat diperbincangkan”, ucap Mabrur.

Girl Man memiliki alur kisah yang berkaitan dengan budaya Banyuwangi yaitu penari seblang, tidak hanya budaya, naskah ini menurutnya juga memiliki cerita tentang masalah gender yang dialami oleh tokoh utama yang merupakan seorang penari seblang, dimana tokoh dalam naskahnya adalah penderita hipospadia. Yakni kelainan bentuk kelamin yang membuatnya dianggap perempuan sejak lahir. Namun pada kenyataanya, jiwa sang tokoh lebih kepada seorang laki-laki. Hal itu muncul ketika tokoh bernama Marsani itu jatuh hati kepada seorang wanita.

“Saya termasuk kelas film, Saat pitching dihadapan para investor film nasional saya membeberkan kekayaan budaya Banyuwangi dalam film Girl Man ini, alhamdulillah respon investor takjub,” ujarnya.

Setelah dipastikan masuk 14 besar naskah terbaik, saat ini pihak manajemen agen yang ditunjuk Kemenparekraf  masih menunggu rumah produksi yang akan membiayai produksi film dari naskahnya.

"saat ini Film Girl Man tahap penjajakan kepada para investor pelaku film nasional. Mohon doa dan dukungannya, semoga film ini juga bisa segera diproduksi agar bisa dinikmati masyarakat luas,” ungkap pria kelahiran Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, tersebut.

Sebelum menunjukkan tajinya dikancah nasional, Mabrur memulai karir di dunia perfilman sejak tahun 2017, dengan sederet prestasi, yang diantaranya menjadi pemenang tim Terbaik Film Rally Jawa Timur di Banyuwangi 2017 dengan judul “Gandrung Landung”, pemenang ide terbaik dan pemenang penulis scenario Film Rally Jawa Timur di Jember 2018 dengan judul “Tulodho”, juara 3 Festival Film Banyuwangi 2019 yang berjudul “De Jaripah”, dan Lima film pendek terbaik di Festival Film Banyuwangi 2021 yang berjudul “Gandrung Landung”. (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00