Satgas Covid-19 Banyuwangi Terjunkan Personil Pantau Destinasi Wisata

KBRN, Banyuwangi : Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menerima kunjungan wisatawan, seiring ditetapkannya wilayah setempat, berstatus PPKM Level 2. Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi para pelaku wisata, pasca tutup total selama beberapa bulan terakhir.

Dibukanya kran pariwisata juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Satgas Covid-19 Banyuwangi, akan serangan gelombang kedua akibat aksi ‘balas dendam’ wisatawan yang sudah rindu akan keindahan Bumi Blambangan, meskipun sudah ada aturan ketat yang diberlakukan terhadap pengelola destinasi wisata maupun wisatawan yang datang berkunjung, namun tidak menutup kemungkinan masih adanya  pihak-pihak yang nakal dan melanggar aturan tersebut.

Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, Jumat (17/9/2021) mengatakan, sebagai langkah antisipasi adanya lonjakan kedapatang wisatawan yang bisa berdampak terhadap lonjakan penyebaran Covid-19, Satgas COVID-19 Banyuwangi menginstruksikan Satgas di tingkat kecamatan hingga desa untuk turut mengawasi destinasi wisata di wilayahnya, utamanya penerapan protokol kesehatan yang harus benar-benar dilaksanakan baik oleh pengelola wisata maupun wisatawan yang datang.

“Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Satgas Covid-19 Desa kita minta agar benar-benar mengecek serta mengawasi destinasi wisata di wilayahnya, agar benar-benar melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan,” kata AKBP Nasrun.

Sementara itu Wakil KEtua Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Letkol (inf) Yuli EKo Purwanto mengatakan, PPKM level 2, memang terdapat berbagai kelonggaran terhadap pembatasan aktivitas masyarakat, sehingga jangan sampai dibukanya kran pariwisata justru menjadi boomerang gegara banyak pengelola wisata maupun wisatawan yang melanggar aturan protokol kesehatan.

“Penegakan Dispilin Kesehatan adalah mutlak dilakukan, jangan sampai kelonggranan pembatasan kegiatan masyarakat ini, justru menjadi boomerang gegara banyak pengelola wisata maupun wisatawan yang melanggar aturan protokol kesehatan, kita tidak ingin terjadi gelombang ketiga COVID-19 di Banyuwangi,” jelas Letkol (inf) Yuli EKo Purwanto yang juga Dandim 0825 Banyuwangi, Jum'at (17/9/2021).

Selain itu pelaku dan pengunjung destinasi wisata harus sudah vaksin, dengan menjadikan aplikasi PeduliLindungi sebagai basis penataan pengunjung, penerapan protokol kesehatan juga mutlak dilakukan, karena saat ini dengan dua cara tersebut, sangat ampuh dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kita semua bersyukur, tapi jangan lengah, kalau nanti melonjak lagi, kita semua yang susah karena berpotensi ditutup lagi," kata Dandim.

Untuk itulah, Satgas Covid-19 Banyuwangi mengimbau semua pihak agar bersama-sama menjaga status Level 2 Banyuwangi ini sehingga sektor pariwisata bisa kembali bangkit dan menjadi penopang perekonomian masyarakat. (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00