Kesan Sandiaga di Kampung Blekok. Fantastis, Mistis dan Manis

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Bupati Situbondo Karna Suswandi, saat melihat penangkaran berbagai jenis beruang air di Kampung Blekok. Jumat (17/92021) (FotDiana Arista)

KBRN, Situbondo : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan. Sektor pariwisata ekonomi kreatif khususnya di Kabupaten Situbondo, menggeliat bangkit.

Hal ini disampaikan Sandiaga, saat melakukan penilaian di Desa Wisata Kampung Blekok, yang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang dihelat Kemenparekraf. 

"Desa Wisata Kampung Blekok masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Padahal ada sekitar 75 ribu desa wisata di Indonesia yang ikut berkompetisi menjadi desa wisata terbaik," ucap Sandiaga, Jumat (17/9/2021).

Kata Sandiaga, butuh 3C untuk lebih memacu Kampung Blekok menjadi wisata berkelas dunia. Di antaranya, commitmen, competence dan champions. Dan 3G, gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama) dan gaspol (garap semua potensi).

"Selamat untuk Kampung Blekok yang telah terpilih 50 besar. Saya hadiahkan sebuah pantun. 'Pemain bola terkenal adalah Kristiano Ronaldo, pindah ke MU untuk melanjutkan karirnya. Mencari desa wisata edukasi di Situbondo, tentu desa wisata Kampung Blekok yang menjadi andalannya'," ucap Sandiaga diiringi sorak pengunjung.

Sandiaga mngaku terkesan dengan Kampung Blekok, yang memiliki konservasi mangrove seluas 27 hektare, dan dihuni oleh ribuan spesies burung air, seperti kuntul dan blekok. Ditopang dengan ekonomi kreatif masyarakat setempat, yang mampu bertahan di tengah pandemi. 

"Mangrovenya harus diperluas. Kita ada dana yang besarnya sekitar 100 hingga 150 dollar, yang bisa kita kelola untuk penanaman mangrove bersama lintas kementerian," ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat mengitari kawasan mangrove, suara burung air berbagai spesies, mampu menghadirkan suasana alam yang asri, seolah berada di tengah hutan mangrove. Desiran ombak mewarnai suasana alam yang nyaman.

"Pengalaman yang fantastis, ada kesan mistis. Tapi tentunya membawa satu kenangan yang manis. Tiga catatan untuk Kampung Blekok, fantastis, mistis, dan manis," ungkapnya.

Sandiaga menyarankan, agar pengelola Kampung Blekok meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini untuk menopang desa wisata berbasis ekowisata itu, semakin maju dan bahkan mendunia.

"Kualitas pelayanan bisa ditingkatkan. Kita ada program peningkatan sumber daya manusia bersertifikasi. Kami akan rangkul pramuwisma untuk ikut program ini," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Karna Suswandi berharap Kampung Blekok bisa memperoleh predikat juara dalam rangka ADWI 2021. Tak perlu nilai yang tinggi, terpenting bisa meraih predikat juara, minimal bisa masuk 10 besar.

"Desa Wisata Kampung Blekok, tidak usah mendapat nilai yang tinggi, cukup jadi nomor satu saja," ujar Bung Karna, sapaan akrabnya. 

Bupati berkomitmen akan terus mengembangkan Kampung Blekok dengan sebaik-baiknya. Sejalan dengan upaya pemerintah daerah, untuk terus mendukung oksigen hutan mangrove di Situbondo. 

"Kami dapat program penanaman hutan mangrove seluas 175 hektare dari Kementerian Perikanan dan Kelautan. Semoga ini bisa menjadi gedung oksigen di Kabupaten Situbondo. Semoga kehadiran Menteri menjadikan Kampung Blekok lebih maju," ungkap Bung Karna.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00