FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Syarat Pembelajaran Tatap Muka, Seluruh Pelajar Harus Tuntas Vaksin COVID-19

Bupati Situbondo Karna Suswandi, bersama Forkopimda saat menggelar acara sosialisasi vaksinasi pelajar di SMA 1 Situbondo, yang diikuti oleh pelajar se-Situbondo secara virtual. Senin (2/8/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Pembelajaran tatap muka jenjang SMA dan SMP sederajat, akan mulai dilakukan, apabila seluruh guru, tenaga pendidikan, dan siswanya, sudah tuntas divaksin. 

Hal ini disampaikan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, saat acara Sosialisasi dan Pemantauan Vaksinasi Pelajar, di SMA 1 Situbondo, Senin (2/8/2021), yang juga diikuti oleh siswa SMA se-Situbondo secara virtual. 

"Vaksinasi pelajar sudah menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. Hingga 1 Agustus, sudah ada sekitar 2.057 pelajar yang sudah divaksin," ujar Karna Suswandi, saat memantau pelaksanaan vaksinasi di SMA 1 Situbondo, bersama Wakil Bupati Ny.Hj.Khoirani dan Forkopimda.

Karna Suswandi berharap, vaksinasi pelajar segera tuntas, sehingga aktivitas pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan, sekalipun di tengah pandemi COVID-19.

"Saya berharap, vaksinasi tingkat pelajar ini segera tuntas. Karena saya yakin, anak-anak sudah rindu belajar di sekolah," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Situbondo, Sugiyono Eksantoso mengaku, pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan, tanpa tuntas Vaksinasi COVID-19.

"Syarat pelaksanaan pembelajaran tatap muka, yaitu guru dan tenaga pendidikan, harus sudah divaksin, termasuk seluruh siswa juga harus divaksin, minimal vaksin dosis pertama," bebernya.

Oleh karenanya, saya mengajak kepada para kepala sekolah, guru dan orang tua, agar jangan takut divaksin. Karena dengan vaksin, pertahanan tubuh kita akan kuat dari serangan virus apapun termasuk virus corona.  

"Jika tidak ada perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), maka pembelajaran tatap muka terbatas akan segera dilakukan. Sebelum itu dilakukan, seluruh siswa harus sudah divaksin, minimal dosis pertama," tegas Sugiyono. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00