FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Bupati Situbondo Minta Camat Kerja Ekstra Sukseskan Vaksinasi

Vaksinasi COVID-19 merupakan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Namun sayangnya, di Situbondo, cakupan vaksin masih sangat rendah. Banyak warga menolak divaksin, lantaran takut berakibat fatal. (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Bupati Situbondo, Karna Suswandi menginstruksikan kepada seluruh camat agar bekerja ekstra, untuk  menyosialisasikan pentingnya vaksinasi COVID-19.

Bung Karna, sapaan akrab bupati, mengaku, cakupan vaksinasi COVID-19 di Situbondo masih sangat rendah. Sehingga diperlukan kerja ekstra, untuk memperbesar cakupan vaksinasi. 

"Camat harus berkoordinasi dengan polsek, koramil, dan kepala desa, untuk menyosialisasikan pentingnya vaksinasi kepada masyarakat," kata Bung Karna, saat memberikan arahan dalam Rakor Penanganan COVID-19 di Pendopo, dengan mengundang seluruh unsur Forkopimca. 

Bung Karna akan mengevaluasi secara rutin, prosentase vaksinasi setiap kecamatan, untuk memastikan keseriusan para camat dalam rangka menyukseskan vaksinasi.

"Akan kita evaluasi pada pertemuan berikutnya. Kita akan lihat hasilnya nanti. Apakah ada peningkatan, atau justru stagnan," ujarnya.

Vaksinasi merupakan upaya pemerintah daerah, untuk memutus penyebaran virus corona. Sebab berdasarkan data Satgas COVID-19 Situbondo, 97 persen kematian akibat terpapar COVID-19 adalah mereka yang belum divaksin.

"Kalau masyarakat kita mau divaksin, saya optimis penularan akan melandai, bahkan kita bisa melalui pandemi ini," bebernya.

Katanya, camat harus pandai merangkai kalimat untuk mengajak warganya agar bersedia divaksin. Semisal, menyampaikan dawuh para tokoh agama terkait vaksin. 

"Sampaikan bahwa vaksin itu halal dan aman. Sebutkan para kiai yang sudah divaksin, agar mereka lebih percaya jika vaksin ini memang halal dan aman," katanya.

Sementara itu, Dandim 0823, Situbondo Letkol Inf. Neggy Kuntagina mengaku, capaian vaksinasi masih sangat rendah, sekitar 22 persen dari dari target 70 persen.

"Kami akan susun kembali strategi agar masyarakat bersedia divaksin dalam rentang waktu satu pekan ke depan. Oleh karenanya, Forkopimca harus bekerja sama dengan baik," katanya.

Neggy juga menekankan kepada satgas kecamatan, untuk menyosialisasikan vaksinasi secara masif kepada masyarakat di pelosok desa. Termasuk mengingatkan masyarakat agar tidak percaya informasi hoaks terkiat bahayanya vaksin.

"Masyarakat Situbondo ini mayoritas pengguna android. Tapi sayangnya mereka lebih percaya terhadap informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya, sampaikan kepada masyarakat bahwa vaksin itu justru membentuk kekebalan tubuh," katanya.

 Sampaikan juga bahwa vaksin itu aman dan bisa membantu menjadi pertahanan tubuh dari paparan COVID-19," tuturnya.

Pantauan RRI, data sebaran  COVID-19 Situbondo terkini, total jumlah orang yang terpapar COVID-19 sebanyak 5.832 kasus. Rinciannya, 4.580 dinyatakan sembuh, 605 orang meninggal dunia, dan dalam perawatan sebanyak 647 pasien. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00