60 Persen Megalitikum di Bondowoso Ditemukan Rusak

Pendataan Cagar Budaya di Bondowoso Oleh BPCB Jatim Dan Disdikbud Setempat

KBRN, Bondowoso : Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Bondowoso mendata keberadaan cagar budaya. 

Hasilnya, sebanyak 60 persen peninggalan era megalitikum ditemukan dalam kondisi rusak. Kerusakan diduga akibat ulah manusia dan termakan oleh zaman. 

Kasi Sejarah dan Purbakala Disdikbud Bondowoso, Heri Kusdaryanto menerangkan, pihaknya secara intensif telah mengedukasi masyarakat untuk turut melestarikan cagar budaya. Selain itu, terdapat 46 juru pelihara yang tersebar di 17 kecamatan untuk membantu menjaganya.

"Berjalannya waktu masyarakat Bondowoso peduli dengan cagar budaya. Mereka akan melapor kepada kami ketika menemukan peninggalan megalitikum," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (18/08/2021).

Dijelaskan Heri, aneka cagar budaya di Bondowoso didominasi peninggalan era megalitikum. Total jumlahnya ada 1400 peninggalan di antaranya berupa menhir, sarkofagus, dolmen, batu kenong, dan menhir. 

Sejumlah koleksi peninggalan Megalitikum tersimpan di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) Desa Pekauman, Grujugan. 

"Memang ada peninggalan yang belum terdata. Kendalanya, sejumlah peninggalan berada di lokasi yang sulit dijangkau, misal di lereng gunung. Pendataan bakal dilakukan secara bertahap," jelasnya. 

BPCB Jatim bersama Disdikbud Bondowoso terus mendata dan mengecek kondisi cagar budaya tersebut. Tujuannya sebagai upaya pelestarian, informasi, edukasi publik, dan menilik tingkat kerusakan. 

Pendataan dilakukan di lokasi cagar budaya, antara lain Kecamatan Grujugan, Prajekan, dan Klabang. 

"Pendataan tahun ini sebagai tindak lanjut kegiatan pendataan yang dilakukan pada 1983, 1991, dan 2004. Pendataan dilakukan hingga menghasilkan data konkret," pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00