Lonjakan COVID-19: Pemkab Tambah BOR di Dua Rumah Sakit Rujukan

Bupati Situbondo, Karna Suswandi bersama Satgas COVID-19 Situbondo, saat meninjau ruang ICU di RSUD Abdoer Rahem. Rabu (16/6/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menambah ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di ruang ICU yang ada didua rumah sakit rujukan pasien COVID-19, yakni RSUD dr. Abdoer Rahem (RSAR) dan Rumah Sakit Elizabeth (RSE).

Penambahan tersebut seiring melonjaknya kasus COVID-19 di Situbondo, yang dalam sepekan mencapai 78 kasus. Sehingga ruang ICU pasien COVID-19 di dua rumah sakit itu, sudah terpakai mencapai 80 persen.

"Kami Sudah cek dua rumah sakit rujukan pasien COVID-19, dan  menambah ketersediaan tempat tidur di ruang ICU," ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo, Karna Suswandi, Kamis (17/6/2021).

Bung Karna, sapaan akrab bupati mengaku, penambahan ketersediaan tempat tidur di ruang ICU RSUD dr. Abdoer Rahem sebanyak 10 buah, sehingga total ketersediaan menjadi 16 tempat tidur. Sedangkan di RS Elizabeth ditambah 5 buah sehingga total ada 10 tempat tidur.

"Total ketersediaan tempat tidur di ruang ICU pasien COVID-19 di dua rumah sakit rujukan itu kini mencapai 26 tempat tidur. Ini dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien COVID-19," terang Bung Karna.

Selain itu, pemerintah daerah juga menambah ketersediaan tempat tidur di ruang pasien non-ICU, baik di RSUD dr. Abdoer Rahem maupun di RS Elizabeth. Sehingga total mencapai 34 tempat tidur yang sebelumnya 20 buah.

"Ruang non-ICU RSUD Abdoer Rahem ditambah 9, sehingga total menjadi 19 tempat tidur. Sedangkan yang RS Elizabeth, menjadi 15 tempat tidur yang sebelumnya 10 buah," beber Bung Karna.

Pantauan RRI, penambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Situbondo dalam sepekan cukup signifikan, mencapai 78 kasus. Sedangkan jumlah total kasus terkonfirmasi virus corona sejak awal pandemi mencapai 2.651 kasus, 2.370 sembuh, 202 orang meninggal, dan 78 orang dalam perawatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00