Dalam Sepekan, Kasus COVID-19 di Situbondo Bertambah 57 Kasus

Bupati Situbondo Karna Suswandi, bersama Satgas COVID-19 saat membahas perkembangan kasus COVID-19. (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Dalam sepekan, lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Situbondo, meningkat tajam, yang mencapai 57 kasus. Padahal sebelumnya, kasus COVID-19 di Kota Santri ini sangat landai bahkan nyaris tidak ada penambahan.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi meminta kepada Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk mengintensifkan operasi yustisi di tempat umum yang cenderung terjadi kerumunan. 

"Satpol PP dan BPBD harus  mengintensifkan operasi yustisi. Operasi prokes ke tempat-tempat keraiaman," ujar Bung Karna, sapaan akrab bupati Situbondo, Senin (14/6/2021).

Selain itu, Bung Karna juga sudah bersurat kepada lembaga pesantren dan lembaga pendidikan umum, termasuk instansi pemerintah mulai dari tingkat kabupaten hingga desa untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

"Kita sudah bersurat ke beberapa pesantren dan lembaga pendidikan, agar dalam setiap aktivitas menerapkan prokes," ujarnya.

Kata Bung Karna, dengan memperketat protokol kesehatan, maka kasus COVID-19 dapat ditekan. Namun ketika protokol kesehatan diabaikan, maka virus corona sangat berpotensi semakin meluas. Sebab vaksin tidak menjamin aman dari serangan COVID-19. 

"Apalagi, vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Situbondo, belum dilakukan secara menyeluruh. Karena terkendala stok vaksin yang belum memenuhi kebutuhan masyarakat Situbondo," bebernya. 

Informasi dihimpun, berdasarkan data sebaran Satgas COVID-19 Situbondo, penambahan kasus virus corona dalam sepekan mencapai 57 kasus. Total terkonfirmasi COVID-19 mencapai 2.611 kasus, 2.366 diantaranya dinyatakan sembuh. 43 orang sedang dirawat, dan 202 orang meninggal dunia. 

Sementara mengenai keberadaan jenis virus corona, baru atau lama, bupati mengaku tidak tahu menahu karena belum ada hasil pemeriksaan laboratorium. 

Pantauan RRI, di tempat umum seperti Alun-Alun kota Situbondo yang menjadi pusat keramaian, banyak warga yang tidak bermasker, atau bermasker namun tidak secara benar. Termasuk berkerumun. Tak ada satupun petugas termasuk Satpol PP yang tampak melakukan pengawasan prokes.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00