KHR Azaim: Konflik Palestina dan Israel Adalah Masalah Kemanusiaan

Ulama Muda Kharismatik, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, saat memberikan konfirmasi terkait konflik Palestina dan Israel, di kediamannya. Selasa (18/5/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Ulama Muda Kharismatik asal Situbondo, Jawa Timur, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, meminta kepada masyarakat untuk tidak menyeret masalah Palestina dengan Israel ke ranah agama. 

Menurut Cucu Pahlawan Nasional, KHR As'ad ini, masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan, dan semua agama wajib membela yang tertindas. 

"Persoalan Palestina secara umum adalah kemanusiaan. Berbicara kemanusiaan, tidak boleh ada sekat persoalan agama. Ketika satu manusia dhalim kepada manusia yang lain, ini adalah persoalan bersama," ujar Kiai Azaim, panggilan akrabnya, Selasa (18/5/2021). 

Disisi lain, di Palestina terdapat situs agama, yakni Masjid Al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam (Baitul Maqdis), sebelum Allah SWT memerintahkan penggantian kiblat ke Ka'bah pada 642 M. 

Menurut Kiai Azaim, semangat kecemburuan membela agama menjadi salah satu motivasi terkuat, untuk membela Palestina. Masjidil Aqsa, adalah salah satu masjid utama di belahan dunia ini, yang merupakan pilar tonggak sejarah dan ghirah, penggerak umat Islam di dunia.

"Ketika ada persoalan dengan Masjidil Aqsa, kemudahan  melaksanakan ibadah terhalangi, bahkan terdhalimi, maka akan membawa dampak besar bagi seluruh umat muslim lainnya di seluruh penjuru dunia," bebernya.

Seseorang yang dipersaudarakan oleh keimanan, satu dan lainnya bagaikan satu tubuh, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo ini. Jika ada satu yang terluka, maka sekujur tubuh yang lain, ikut merasakan sakit yang sama. 

"Ini pertanda, bahwa organ tubuh kesatuan ummat bekerja dengan normal. Tetapi ketika tidak peduli, pertanda bahwa persaudaraan keimanan sudah terganggu," imbuhnya. 

Ia mengajak kepada umat muslim khususnya di Indonesia, untuk mendoakan agar konflik Palestina dan Israel segera usai. Sehingga penduduk Palestina, bisa keluar dari segala bencana, musibah, dan penindasan yang dilakukan oleh Zionis Israel. 

"Tidak ada inti dari doa kecuali doa yang tulus kepada mereka. Semoga Allah memberikan jalan keluar dari segala bencana, musibah, penindasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang pantas bergelar teroris di dunia," ungkapnya.

Alumni Ma'had Rusyaifah Mekah ini menegaskan, bahwa masalah Palestina bukan semata persoalan agama, tetapi lebih kepada prilaku kejam Israel terhadap warga Palestina, yang sudah disaksikan bersama oleh umat di seluruh penjuru dunia. 

"Prilaku keji inilah yang harus tegas kita suarakan. Lebih dari itu, ada persoalan zionisme internasional dengan agenda agendanya, jelas ini merupakan kejahatan yang sangat besar," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00