Destinasi Wisata Mengalami Potential Lost, Wabup Bondowoso: Yang Penting Masyarakat Selamat

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat (kiri)
Kabid Pariwisata Aris S Raharjo

KBRN, Bondowoso: Untuk memutus penularan mata rantai Covid-19, Pemkab Bondowoso menutup seluruh objek wisata selama sepekan sejak libur lebaran 2021.

Penutupan destinasi wisata tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati nomer 443.2/221/430/2021 tentang pembatasan aktivitas masyarakat menjelang dan pasca hari raya Idul Fitri 1442 hijriah.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat menerangkan, penutupan yang dilakukan sejak H+1 lebaran di semua objek wisata itu, karena pihaknya tak ingin kecolongan terhadap membludaknya kunjungan tiap libur lebaran. 

"Karena memang antisipasi kita, seperti tahun-tahun lalu tak terkendali pengunjungnya. Utama di kawasan wisata-wisata air," ungkapnya, Selasa (18/05/2021).

Ia pun mengiyakan bahwa ini tentu berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata. 

Namun, ia menegaskan langkah ini diambil karena pihaknya mengutamakan keselamatan masyarakat. 

Terlebih jika menghitung PAD yang masuk tidak signifikan dibanding biaya yang dikeluarkan apabila ada gelombang ke dua. 

Secara terpisah, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Arif Setyo Rahardjo, menambahkan, pihaknya memang belum menghitung berapa estimasi potential lost PAD akibat penutupan wisata itu. 

Karena katanya, estimasi akan bisa komprehensif dihitung ketika kebijakan ini selesai diberlakukan. 

"Tapi potential lost di masa pandemi seperti ini kan harus dimaklumi, karena untuk kepentingan lebih besar," ungkapnya.

Adapun untuk retribusi di setiap objek wisata sendiri, kata Arif, sebagaimana Perda nomer 8 tahun 2019 tentang retribusi jasa usaha. Yakni Rp 5 ribu untuk semua objek wisata. 

"Okupansi total 50 persen dari kapasitas untuk maksimal kunjungan di tengah pandemi," tutupnya.

Kecuali wisata pemandian air panas Blawan retribusinya itu Rp 10 ribu untuk wisatawan lokal, dan untuk wisman Rp 20 ribu. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00