Pemkab Situbondo: Tak Ada Open House di Pendopo

Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid al-Abror. Tempat Bupati Situbondo, Karna Suswandi, bersama dengan beberapa pejabat melaksanakan Shalat Idul Fitri. Masjid ini terletak sekitar 50 meter dari Pendopo kabupaten. (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Humas Pemkab Situbondo, Jawa Timur, menyatakan, Pemkab Situbondo meniadakan acara halal bihalal yang biasa dilaksanakan setiap lebaran. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. 

"Surat Edaran dari Kemendagri kan sudah jelas, mengenai larangan halal bihalal, guna memutus penularan virus corona," ujar Kabag Humas Pemkab Situbondo, Agung Wintoro, Minggu (16/5/2021).

Selain itu, pihak humas juga membantah adanya rumor yang berkembang, jika Bupati Situbondo, Karna Suswandi, menyelenggarakan open house pada lebaran kemarin, Kamis 13 Mei 2021. 

"Video yang beredar di media sosial terkait open house bupati, itu rekayasa, bohong," jelas Agung.

Katanya, video yang beredar di sosial media itu bukan kegiatan open house Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, melainkan acara salam-salaman secara spontanitas, yang terjadi di halaman pendopo.

"Usai shalat Idul Fitri Bupati Situbondo hendak masuk ke pendopo, namun sudah ada sejumlah pejabat yang menunggu untuk berjabat tangan, masak mau ditolak," bebernya.

Agung menegaskan, bahwa tidak ada agenda open house bupati, baik dengan forkopimda, pejabat di lingkungan pemkab, maupun warga sekitar Pendopo. Termasuk tidak ada persiapan jamuan makanan atau minuman.

"Gak ada agenda open house. Itu hanya beberapa pejabat dan staf di pendopo, yang memang shalat Idul Fitri bareng bupati. Setelah salaman, mereka langsung pulang," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Achmad Imam Rifai menyatakan, bahwa tidak ada acara open house di Pendopo. Apalagi, acara semacam itu dilarang, karena  memancing kerumunan, dan rentan penularan virus corona. 

"Gak ada open house. Bupati dengan kami sudah sepakat itu. Dan kami pastikan bahwa tidak ada open house di pendopo, seperti yang ramai diberitakan," ujar Kapolres.

Imam Rifai mengaku, sempat mendapat video terkait dugaan open house yang dilakukan oleh bupati. Namun video yang saat ini viral itu, bukan acara open house melainkan acara salaman biasa yang dilakukan usai shalat Idul Fitri.

"Kami sudah berkoordinasi dengan bupati terkait larangan open house. Dan saya rasa itu dipatuhi oleh bupati. Terkait viral open house itu, kami rasa tidak ada, dan kami juga tidak mendapatkan undangan open house," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dandim 0823, Letkol Inf Neggy Kuntagina, bahwa tidak ada acara open house oleh bupati. Bahkan ia meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang belum tentu kebenarannya. 

"Saya sebagai penegak disiplin, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, seperti berita open house yang dilakukan bupati," bebernya. 

Ia menyatakan, bahwa bupati tidak melakukan open house. Hal itu dibuktikan melalui anggotanya yang mengkroscek langsung di lapangan. Selain itu, memang tidak ada undangan open house atau sejenisnya kepada dirinya.

"Bupati bilang kalau memang tidak ada open house. Laporan dari anggota kita di lapangan, juga tidak ada gelar open house. Karena larangan open house itu sudah jelas," tutupnya. 

Diinformasikan sebelumnya, beredar video Bupati Situbondo, Karna Suswandi, bersama dengan beberapa pejabat pemkab Situbondo, yang sedang bersalaman di Pendopo kabupaten, usai melaksanakan Shalat Idul Fitri 1442 H, dengan menerapkan prokes ketat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00