Penegakan Prokes Mulai Kendor, Dandim Kumpulkan para Pelaku Usaha

Kodim 0823 Situbondo, Letkol Inf Neggy Kuntagina, menggelar rakor bersama para owner, guna peningkatan disiplin prokes. Selasa (11/5/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Dandim 0823, Letkol Inf. Neggy Kuntagina, menekankan kepada para anggotanya, untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes) COVID-19, khususnya di titik keramaian, yang cenderung menciptakan kerumunan.

Hal ini ditegaskan Neggy, dalam acara rapat koordinasi bersama dengan para pelaku usaha, baik pasar modern maupun tradisional, termasuk pemilik warung, yang berada di kawasan kota Situbondo.

"Kami melihat, penegakan prokes mulai kendor. Kerumunan baik di tempat perbelanjaan, maupun di warung makan, seringkali terjadi," ujar Neggy, Selasa (11/5/2021).

Katanya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku dan akan berakhir pada tanggal 17 Mei 2021. Oleh karenanya, pengawasan prokes tidak boleh kendor, justru harus diketatkan. 

"PPKM masih berlaku. Jadi sudah seharusnya kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan harus kita larang," bebernya.

Menurut Neggy, semestinya masyarakat Indonesia bercermin atas kejadian di India, yang mengalami lonjakan kasus COVID-19. Jangan justru menjadi abai terhadap prokes dalam melakukan setiap aktifitas. 

"Berkaca pada kejadian di India, perlu adanya peningkatan disiplin prokes, di tempat umum, terutama di pusat perbelanjaan," bebernya.

Neggy meminta kepada peserta rakor, yang notabene adalah pelaku usaha, untuk memperketat prokes, seperti menyediakan tempat cuci tangan lengkap dan air yang mengalir dan sabun. Mewajibkan pengunjung menggunakan masker, serta mengukur suhu tubuh.

"Para owner, mohon kerjasamanya untuk penegakan prokes," ujarnya singkat.

Diharapkan, dengan meningkatkan disiplin prokes, tidak akan ada penambahan kasus COVID-19, apalagi lonjakan, usai lebaran 1442 Hijriah. 

"Selaku Satgas, kami tidak akan tebang pilih dan akan melaksanakan tindakan tegas dalam penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Situbondo," terangnya.

Pantauan RRI, beberapa pelaku usaha yang hadir dalam acara tersebut diantaranya, perwakilan warung Ayah Bunda, pengelola KDS, Ketua Paguyuban Pasar Mimbaan, Takmir Masjid, dan pengelola Roxy.

"Sekali lagi kami minta tolong, agar penegakan prokes mulai diperketat," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00