1 Syawal 1442 H, Harus Menggenapkan Puasa 30 Hari

Teropong Digital mengarah ke arah pengamatan hilal. Rukyatul Hilal untuk menentukan awal syawal dilakukan di Pelabuhan Kalbut, Situbondo. Selasa (11/5/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Tim Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, gagal mengamati hilal, sehingga untuk menentukan awal syawal harus menggenapkan puasa 30 hari.

"Berdasarkan data hasil hisab, hilal tidak bisa dirukyat. Puasa ramadhan 1442 Hijriah istikmal atau genap 30 hari," tegas Ketua BHR Kabupaten Situbondo, Irfan Hilmi, usai mengamati hilal dari Pelabuhan Kalbut Desa Semiring Kecamatan Mangaran, Selasa (11/5/2021).

Data hisab hilal awal syawal menunjukkan ghurub hilal pada pukul 16:57:27 WIB. Ghurub matahari pukul 17:14:21 WIB, hilal ghurub qoblal ijtimak atau ijtimak ba'da ghurub. Sedangkan irtifa' hilal berada minus 3 derajat 44 menit dan hilal di bawah ufuk.

"Posisi bulan lebih dulu tenggelam pada pukul 16.57 WIB, sehingga hilal tidak bisa dilihat," ujar Irfan.

Kata Irfan, pelaksanaan rukyatul hilal awal syawal 1443 Hijriah bersifat ta'abbudi, yaitu untuk menggugurkan kewajiban bersama, serta sebagai bahan bagi Kementerian Agama untuk menentukan 1 Syawal.

"Rukyah hilal ini bersifat menggugurkan kewajiban saja. Juga sebagai bahan pertimbangan kepada Kementerian Agama," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00