FOKUS: #PPKM MIKRO

Takbir Keliling Dilarang, Shalat Idul Fitri Dibatasi

Tim Satgas Penanganan COVID-19 Situbondo saat memaparkan penanganan COVID-19 kepada Tim Satgas COVID-19 Nasional. Senin (10/5/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melarang takbir keliling yang biasanya dilakukan sehari menjelang lebaran.

Larangan takbir keliling itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah dan Silaturrahim pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, guna memutus penyebaran virus corona. 

"Melarang takbir keliling bukan berarti melarang takbiran. Takbiran tetap dibolehkan, tapi dilakukan di mushalla atau masjid dengan menggunakan pengeras suara," ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19, yang sekaligus Bupati Situbondo, Karna Suswandi, Selasa (11/5/2021)

Kata Bung Karna, sapaan akrab bupati, takbiran di masjid atau mushalla harus dengan ketentuan, yakni maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan mushalla, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. 

"Kita batasi, untuk mengantisipasi kerumunan yang memicu penyebaran virus corona," katanya.

Selain takbiran, shalat Idul Fitri juga dilakukan dengan ketentuan, sesuai dengan zonasi, sebagaimana diatur dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. 

"Karena Situbondo berada di zona oranye, maka boleh sholat Idul Fitri di masjid atau mushalla, tapi jemaahnya dibatasi 15 persen dari kapasitas," bebernya.

Berbeda dengan daerah di zona merah, mereka harus shalat di rumah masing-masing. Sedangkan daerah zona kuning dan hijau boleh shalat di masjid dan mushalla, namun dibatasi 50 persen dari kapasitas yang tersedia.

"Panitia pelaksanaan shalat Idul Fitri ini harus menggunakan standar prokes. Menggunakan alat pengecekan suhu tubuh, mengatur jarak, dan menyediakan tempat cuci tangan," ungkap Bung Karna. 

Saat merayakan lebaran, tidak diperkenankan menggelar open house atau halal bihalal, baik di lingkungan kantor atau komunitas. Karena hal tersebut mengundang kerumunan dan rawan penularan virus corona. 

"Silaturrahim dengan tetangga dekat saja. Jangan menggelar open house, apalagi reunian," tutup Bung Karna.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00