Tim Satgas COVID-19 Pusat, Apresiasi Penanganan COVID-19 Pemkab Situbondo

Tim Satgas COVID-19 Pusat saat berkunjung ke Pendopo Kabupaten Situbondo. Mereka mengapresiasi penanganan COVID-19 di Situbondo. Senin (10/5/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Pusat, Brigadir Jenderal Polisi Sri Eko Pranggono, mengapresiasi upaya Satgas COVID-19 Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dalam penanggulangan virus corona. 

Hal itu disampaikan Sri Eko Pranggono, dalam kunjungannya ke Situbondo, bersama Tim Pakar Satgas COVID-19 Republik Indonesia, di Pendopo Kabupaten, Senin (10/5/2021).

"Langkah yang dilakukan oleh Pemkab terhadap penanggulangan COVID-19, cukup bagus," ujarnya kepada RRI, usai mendengarkan paparan dari Satgas COVID-19 Situbondo. 

Ia mengaku, ada 17 tim yang melakukan monitoring di tujuh provinsi. Tujuh provinsi diantaranya, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, dan Bali. 

"Tujuh provinsi itu penyumbang terbesar kasus COVID-19 secara nasional," bebernya. 

Saat dikonfirmasi terkait antisipasi pemerintah memerangi COVID-19, dengan banyaknya masyarakat yang nekat mudik. Ia mengaku, cukup mematuhi protokol kesehatan dalam setiap melakukan aktifitas.

"Saya kira tetap patuhi prokes. Soal tehnisnya, kami kembalikan ke kebijakan daerah masing-masing," katanya. 

Katanya, pemerintah daerah harus membuat langkah antisipatif, guna menekan angka kasus COVID-19 di Situbondo. Sebab ada tradisi lebaran ketupat yang akan memicu kerumunan.

"Namun yang jelas, prokes harus dilakukan secara ketat, karena perkembangan virus ini masih luar biasa," ungkapnya. 

Ia mengemukakan perkembangan COVID-19 di Indonesia. Dari data yang dimiliki Satgas COVID-19 pusat, bahwa kasus postif masih tinggi, aktif tinggi, meninggal juga tinggi, namun tingkat kesembuhan juga tinggi. 

"Wilayah tapal kuda, termasuk di Situbondo, memang menurun. Namun tetap tingkatkan kewaspadaan, karena kalau lengah akan fatal akibatnya," ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengaku jika telah menganggarkan dana penanggulangan COVID-19 sebesar Rp35 miliar. 

Dana sebesar itu dipilah ke beberapa kegiatan, diantaranya, sosialisasi sebagai bentuk pencegahan, pembentukan pasar tangguh, pantauan prokes di setiap kegiatan, serta bantuan sosial kepada warga terdampak virus corona. 

"Dalam melakukan sosialisasi prokes, kita sinergi dengan TNI/Polri dan pemerintah daerah," ujarnya. 

Sedangkan terkait larangan mudik, Bupati sudah menerbitkan Surat Edaran bagi ASN agar tidak melakukan mudik. Juga memberikan imbauan larangan mudik di tempat-tempat umum. 

"Himbauan larangan mudik di terminal, pelabuhan, dan di setiap kegiatan bersama masyarakat, selalu kita sampaikan," kata Bung Karna, sapaan akrab bupati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00