Pemerintah Larang Mudik Lokal, Polres Jember Dirikan 5 Pos Penyekatan

KBRN, Jember : Menindaklanjuti aturan baru yang dikeluarkan Pemerintah terkait larangan mudik lokal, Satuan Lalu Lintas Polres Jember kembali melansir larangan mudik bagi masyarakat. 

Seperti diketahui sebelumnya, Aparat Kepolisian Polres Jember hanya mendirikan Pos Pengamanan yang ditempatkan di empat titik pusat keramaian mulai H-6 hingga H+7 Lebaran tahun 2021. 

Namun Demikian dengan adanya aturan baru yang dikeluarkan Pemerintah terkait larangan mudik lokal maka untuk mencegah penyebaran Covid-19, Kepolisian Polres Jember juga mendirikan Pos Penyekatan di 5 titik perbatasan Kabupaten setempat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jember AKP. Jimmy H Manurung menyampaikan, beberapa waktu lalu diberitakan oleh beberapa media, bahwa untuk wilayah Aglomerasi (Eks. Besuki) tidak ada penyekatan dan diperbolehkan untuk mudik lokas antar kabupaten se-aglomerasi.

"Dengan adanya peraturan baru dari tim Gugus Tugas Covid-19 pemerintah pusat, bahwa semua masyarakat dilarang untuk mudik," ujar Jimmy melalui peryataan resmi yang diterima RRI, Sabtu (8/5/2021).

Untuk memecah kebingungan masyarakat terkait larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi, Jimmy menegaskan, bahwa pemerintah melarang apapun bentuk mudik, entah itu antar lintas Provinsi, Kabupaten dan Aglomerasi.

Jimmy menjelaskan hal tersebut guna mencegah dan maksimal interaksi fisik sebagai cara transmisi virus dari satu orang ke orang lain.

"Namun perlu ditekankan bahwa kegiatan lain selain kegiatan mudik di dalam satu wilayah kota/kabupaten aglomerasi, khususnya di sektor-sektor esensial, akan tetap beroperasi tanpa penyekatan apa pun demi melancarkan kegiatan sosial ekonomi daerah," ungkapnya.

Untuk penyekatan akan dilakukan di perbatasan-perbatasan di 5 Kabupaten seperti di perbatasan Jember - Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang.

"Kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Jember, untuk tidak melaksanakan mudik lokal dulu sampai kondisi benar-benar normal kembali, demi menjaga keselamatan kita bersama," tandasnya

Jimmy menambahkan, varian Covid-19 yakni B.1.1.7, B.1.617 dan B.1.351. dan terus berubah melalui mutasi, dan mutasi ini lebih cepat proses penyebarannya, dan untuk varian baru virus diprediksi akan terus muncul seiring berjalannya waktu, dan berbagai varian virus yang menyebabkan Covid-19 telah dilaporkan di dunia selama masa pandemi.

"Kita tidak tahu perkembangan covid 19 seperti apa, sebaiknya menghindari kerumunan agar tidak menimbulkan klaster-baru dan tetap sama-sama menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00