Cegat Pemudik, Polres Bondowoso Kerahkan Ratusan Personil Gabungan

Apel Operasi Ketupat 2021 Digelar di Halaman Mapolres Bondowoso

KBRN, Bondowoso : Untuk memastikan tak ada aktifitas mudik, Polres Bondowoso mengerahkan 529 personil gabungan dalam pelaksanaan operasi ketupat semeru 2021.

Ratusan personil itu terdiri dari Polri, TNI, Dishub, BPBD, Satpol PP, Senkom, Banser, Orari, hingga Pramuka Shaka Bhayangkara. 

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, menerangkan operasi ini akan dilaksanakan selama sekitar dua minggu, dimulai sejak 6 Mei 2021.

"Ratusan personil ini akan beroperasi di titik-titik Posko yang akan didirikan," katanya, usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021, Rabu (5/5/2021), di halaman Mapolres Bondowoso. 

Mereka bukan hanya memastikan arus lalu lintas selama jelang dan pasca Idul Fitri lancar dan aman, namun juga untuk memastikan tak ada masyarakat mudik. 

"Ini kita juga tekankan larangan mudik lebaran," ujar Kapolres Erick. 

Ia menerangkan, khusus di titik perbatasan para petugas akan memeriksa setiap kendaraan, mengecek plat kendaraan. Kemudian, akan ada pemeriksaan test Covid-19 juga secara acak. 

"Kendaraan secara selektif prioritas akan diperiksa, nanti pemudik yang masuk ke Bondowoso akan dikarantina selama 5×24 jam, sesuai ketentuan dari satgas pusat” terangnya.

Secara terpisah, Kasatlantas Polres Bondowoso, Didik Sugiarto SH., menjelaskan bahwa pihaknya telah mengimbau pengusaha travel untuk tidak mengangkut penumpang selama larangan mudik. Polisi akan menindak tegas bagi mereka yang bandel dan melanggar aturan larangan mudik.

" Nanti pada saat tanggal 6 Operasi Ketupat Semeru 2021, kalau kedapatan dia bawa penumpang, dari Jakarta misalnya, terus nyampe di Bondowoso. Kita kasih tindakan tilang," tegasnya.

Adapun Kabupaten Bondowoso yang masuk dalam satu rayon dengan Kabupaten Jember, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang akan saling berkoordinasi. Pasalnya, wilayah tapal kuda yang masuk dalam Rayon 3 tersebut akan melakukan penyekatan di Situbondo-Probolinggo dan Lumajang-Probolinggo.

" Kan penyekatan pintu masuk dari arah Jakarta, Jawa Barat sudah disekat di Situbondo dan Probolinggo. Kalau dari arah selatan Lumajang-Probolinggo," terangnya. 

Lima pos pantau yang akan dibangun pada 6-17 Mei, pihaknya akan menggelar Operasi Yustisi. Tujuannya untuk menyaring kembali kendaraan yang lolos dari wilayah penyekatan.

" Terutama kendaraan-kendaraan yang berasal dari plat nomor luar, dari Bondowoso, kemudian juga kendaraan-kendaraan travel," pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00