Pasar Tangguh Ramadhan, Aneka Takjil di Tengah Pandemi

Sekda Syaifullah (baju hitam masker putih) saat meninjau Pasar Tangguh Ramadhan, di Pasesi. Sabtu (17/4/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19, Pemkab Situbondo, Jawa Timur, membuka Pasar Tangguh Ramadhan 1442 Hijriah, Sabtu (17/4/2021)

Menurut Sekretaris Daerah Pemkab Situbondo, Syaifullah, Pasar Tangguh Ramadhan merupakan kesepakatan dari Forkopimda sebagai bentuk pemulihan ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Beberapa waktu lalu sebelum Ramadhan, kami menggelar rapat bersama dengan Forkopimda untuk mengadakan pasar tangguh ini. Artinya, semua berjarak, tidak boleh bergerombol," ujar Syaifullah saat meninjau Pasar Tangguh Ramadhan yang bertempat di Pasar Seni dan Pusat Oleh-Oleh (Pasesi). 

Kata Syaifullah, Pasar Tangguh Ramadhan merupakan upaya pemkab untuk menghidupkan kegiatan masyarakat yang biasa dilakukan setiap Ramadhan tiba, yaitu pasar takjil, yang menyediakan aneka menu buka puasa dan pernak-pernil menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Takjil biasanya selalu ada setiap Ramadhan tiba. Tetapi karena situasi COVID-19, semuanya masih serba terbatas," bebernya. 

Pasar Tangguh Ramadhan ini tersebar di tiga titik. Selain di Pasesi, juga di Pasar Mimbaan, dan Pasar Asembagus. Ketiga tempat itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sebab pemulihan ekonomi harus berbanding lurus dengan pemulihan kesehatan. 

"Sesuai arahan bapak Presiden, bahwa pemulihan ekonomi harus tetap memprioritaskan pemulihan kesehatan, yakni dengan tetap disiplin prokes," ungkapnya.

Pantauan RRI, ada sekitar 12 kapal yang menjual takjil atau menu berbuka puasa diantaranya, bubur, kolak, dawet, aneka kue tradisional seperti kukis, serabi, roti, dan aneka jenis masakan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00