Arahan Presiden: Kepala Daerah Lakukan Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi dengan Tepat

Suasana rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo secara virtual, di ruang Pendopo Situbondo, Rabu (14/4/2021) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah terpilih pada Pilkada serentak 2020, agar melakukan pemulihan kesehatan dan ekonomi dengan tepat.

Hal itu disampaikan Presiden dalam acara Rapat Koordinasi secara virtual bersama dengan 369 kepala daerah, beserta Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) di masing-masing daerah pada Rabu (14/4/2021).

"Dua-duanya harus terkelola dengan baik. Gas dan rem harus dilakukan dengan tepat. Jangan sampai mendahulukan ekonomi dan mengabaikan penyebaran COVID-19, sehingga menyebabkan ekonomi juga turun," ujar Presiden dalam arahannya. 

Penanganan terhadap pasien COVID-19 harus dilakukan secara konsisten. Meskipun kasus COVID-19 mengalami penurunan di beberapa daerah, jangan lantas membuka akses seluas-luasnya tanpa melihat penyebaran COVID-19. 

"Hati-hati karena virus corona tak kelihatan. Jangan sampai kasus COVID-19 turun, lantas membuka semua akses yang ada. Caranya harus tepat, agar dampak ekonominya bisa dikendalikan," beber Joko Widodo. 

Presiden membeberkan cara tepat untuk pemulihan kesehatan diantaranya, menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, isolasi lingkungan terkecil yang terpapar COVID-19, gencarkan sosialisasi protokol kesehatan dan dukung penuh program vaksinasi.

"Kalau PPKM mikro berjalan baik, prokesnya kuat, vaksinasi dilakukan dengan jelas, pemulihan kesehatan akan tercapai," tegas Jokowi. 

Menanggapi hal itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, bahwa pihaknya secara konsisten telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran kasus COVID-19, salah satunya dengan mengisolasi warga terkonfirmasi virus corona. 

"Kami melakukan isolasi kepada warga yang terpapar virus corona, dengan melakukan tresing secara ketat," ujarnya.

Selain itu, menggencarkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (prokes) hingga ke pelosok desa, melalui program pemkab yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya program Ramadhan Bersama Rakyat.

"Kami selalu ingatkan penerapan prokes kepada masyarakat. Mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak, dan memakai masker, harus disiplin dilakukan," terang Bung Karna, sapaan akrabnya.

Selain itu, vaksinasi di Situbondo berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target. Hari ini vaksin masih menyasar pelayan publik. Diperkirakan, jika pengiriman vaksin sesuai rencana, akhir April vaksinasi pelayan publik sudah rampung.

"Vaksinasi akan membantu mempercepat menekan angka kasus COVID-19 di Situbondo dan di Indonesia pada umumnya," kata Bung Karna.

Refocusing anggaran sebesar delapan persen, juga menjadi cara untuk menekan kasus penyebaran virus corona. Refocusing anggaran tersebut untuk penanganan COVID-19 di Situbondo.

"Ada kewajiban kita untuk refocusing sebesar delapan persen. Ini pekerjaan rumah yang berat buat kita, mau tidak mau kita harus refocusing berbagai kegiatan untuk penanganan COVID-19," tutup Bung Karna.

Pantauan RRI, data sebaran kasus COVID-19 di Situbondo, terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 2.486 orang, 2.280 diantaranya dinyatakan sembuh, 194 meninggal dunia, dan 12 orang sedang dirawat. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00