Pesan Presiden Agar Kepala Daerah Efektifkan Penggunaan APBD

Rapat koordinasi bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, di ruang Pendopo Kabupaten Situbondo. Rabu (14/4/2021) (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Presiden Joko Widodo berharap kepada para kepala daerah yang baru terpilih pada Pilkada serentak 2020 agar mengefektifkan penggunaan anggaran, semata-mata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam acara rapat koordinasi secara virtual itu, Presiden mengingatkan pada kepala daerah agar dalam membuat kebijakan menggunakan skala prioritas, sehingga alokasi anggarannya fokus dan terkonsentrasi pada kegiatan yang diprioritaskan. 

"Saya titip, buatkan satu atau dua kegiatan besar, yang anggarannya terkonsentrasi disana, sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Ingat, makin sedikit kegiatan akan makin mudah ngeceknya dan hasilnya cepat dirasakan rakyat," pesan Presiden dalam pidatonya, Rabu (14/4/2021).

Jokowi mencontohkan, jika di sebuah daerah memiliki anggaran sebesar Rp2 triliun, maka 60 persen anggaran, dikonsentrasikan untuk belanja modal. Semisal, jika fokus untuk membangun infrastruktur jalan, maka anggaran harus  konsentrasi untuk pembangunan jalan hingga selesai, agar manfaatnya bisa dirasakan rakyat.

"Anggaran itu jangan diincrit ke setiap dinas dengan alasan pemerataan, karena masyarakat tidak akan merasakan manfaatnya. Hati-hati karena APBD bisa menjadi tren perekonomian di daerah bapak dan ibu. Jangan sampai terjebak dengan rutinitas harian, sehingga manfaatnya tidak dirasakan oleh rakyat," beber Jokowi.

Menanggapi hal itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengaku, jika daerah yang dipimpinnya punya tiga program besar yang akan menjadi konsentrasi pembangunan, yaitu bidang pariwisata, infrastruktur, dan pertanian. 

"Sesuai arahan Presiden, bahwa anggaran itu harus fokus, tidak dibagi-bagi dengan dinas-dinas, tetapi fokus untuk program yang mempunyai daya ungkit sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya," beber Bung Karna, sapaan akrabnya. 

Terkait dengan pemulihan ekonomi, Presiden menganjurkan agar belanja modal untuk pembangunan harus lebih banyak daripada belanja rutin. Sedangkan di Situbondo, justru berbanding terbalik, dimana belanja rutin lebih besar dibandingkan dengan belanja modal, yakni 70 persen belanja rutin, dan 30 persen belanja modal.

"Ini adalah tugas saya, bagaimana ke depan, APBD kita sehat dan bisa melakukan sesuai dengan petunjuk presiden," kata Bung Karna, sapaan akrabnya.

Dalam pemulihan ekonomi, investasi juga menjadi faktor penting karena bisa membuka lapangan pekerjaan. Mengingat, di masa pandemi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) karena banyak pabrik yang berhenti berproduksi, dampak dari pandemi COVID-19. 

"Presiden juga berpesan, agar memberikan dukungan dan pelayanan penuh bagi investasi. Oleh karena itu, mempermudah investasi masuk ke Situbondo adalah suatu keharusan," jelasnya.

Bung Karna mengaku, jika tiga program prioritas Pemkab Situbondo, yaitu pariwisata, infrastruktur dan pertanian, seiring dengan keinginan Presiden agar APBD bisa memberi manfaat dengan cara memperbanyak pekerjaan padat karya, yang akhirnya dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Tiga program pemkab Situbondo, saya rasa sejalan dengan apa yang diinginkan bapak presiden. Karena pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, atau lainnya, akan melibatkan warga sekitar," bebernya.

Pantauan RRI, kegiatan rakor secara virtual ini diikuti oleh 369 kepala daerah hasil pilkada serentak 2020, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00