Honor KPPS di Situbondo Belum Dibagikan

KBRN, Situbondo: Pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, telah usai pada Sabtu, 27 April 2019. Namun, hingga saat ini honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) belum juga diterima. "Kita belum terima honor, biasanya sehari sebelum kerja honor sudah kita terima, ini sudah 10 hari pasca pemungutan suara ulang belum terima honor," kata anggota KPPS 22 Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, yang enggan disebut namanya, Selasa (7/5/2019). Ia mengaku, pemungutan suara ulang dilakukan sama seperti sebelumnya yaitu pada Rabu, 17 April 2019. Sama-sama menguras tenaga dan waktu. Oleh karenanya, ia berharap honor tersebut segera dicairkan sesuai dengan janji KPU. "Ada info kalo honornya hanya separuh yang akan diterima, tapi saya belum tahu pasti," ujarnya. Sementara itu, Ketua KPU Situbondo, Marwoto memastikan, bahwa pihaknya telah mencairkan honor KPPS pada Sabtu, 26 April 2019 sehari sebelum pemungutan suara ulang dilaksanakan. "Kita sudah cairkan sehari sebelum pelaksanaan," ujarnya. Ia merinci keuangan yang dicairkan untuk operasional pemungutan suara ulang diantaranya, pembuatan TPS dianggarkan Rp1.600.000, uang makan Rp44 ribu perorang, ATK Rp130 ribu, honor Rp500 ribu untuk masing-masing anggota dan Rp570 ribu untuk ketua KPPS. "Honor sama dengan yang sebelumnya, tidak ada yang kita kurangi," tegasnya. Marwoto menyayangkan kelalaian petugas pemilu yang ada di kecamatan dan desa, karena honor KPPS belum juga diberikan.  "Yang jelas mereka lalai, dan ini tidak boleh terjadi," pungkasnya. Pantauan RRI, hingga berita ini ditulis honor petugas KPPS belum juga dibagikan. Padahal KPU mengklaim biaya operasional pemungutan suara ulang termasuk honor KPPS sudah dicairkan sehari sebelum pelaksanaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00