AJB Klarifikasi Terkait Video Ajakan Memilih Salah Satu Kandidat Pilgub

KBRN, Sungai Penuh: Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) diduga telah melakukan pelanggaran terkait netralitas kepala daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Walikota dua periode itu diduga sengaja mengajak warga untuk memilih calon tertentu di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020.

Dalam video berdurasi 45 detik yang beredar di sejumlah grup WhatsApp, terlihat AJB yang tengah mengenakan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN), meminta warga untuk memilih Syafril Nursal, Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur (Wagub) Jambi yang berpasangan dengan Fachrori Umar.

Ajakan tersebut disampaikan AJB saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan secara simbolis Bantuan Sosial (Bansos) PKH di Desa Koto Dian, Kecamatan Hamparan Rawang. Dalam video tersebut terlihat AJB didampingi dua orang ASN Pemkot Sungai Penuh.

Menanggapi beredarnya video tersebut, AJB langsung menyampaikan klarifikasi. Dalam surat klarifikasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jambi dan jajaran penyelenggara Pemilu dari tingkat pusat hingga daerah, AJB mengungkapkan bahwa pernyataan dirinya tersebut terlontar tanpa direncanakan.

Selain itu, Walikota Sungai Penuh dua periode itu juga menyampaikan jika pidato tersebut direkam tanpa sepengetahuan dirinya.

Pernyataan ajakan untuk mendukung salah satu kandidat Cagub-Cawagub, menurut AJB betul - betul terlontar karena ketidaksengajaan, karena pada waktu itu dirinya sedang menjalankan tugas di daerah yang masyarakatnya sangat fanatik terhadap salah satu kandidat Cawagub.

Secara kebetulan, baliho bakal calon dimaksud berdiri tegak di dekat lokasi acara yakni di Koto Dian Kecamatan Hamparan Rawang, maka terucap lah pernyataan yang seakan mendukung pasangan tersebut.

Selain itu, AJB juga menyampaikan dirinya tidak mengetahui jika ada yang merekam dan membagikannya di media sosial.

Atas nama Walikota selaku pembina ASN, AJB dengan kebesaran jiwa menyampaikan permohonan maaf karena telah terlanjur membuat pernyataan yang tidak pada tempatnya sebagai pembina ASN. Melalui surat klarifikasi tersebut, AJB juga secara resmi mencabut pernyataan dukungannya tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00