Ortu Siswa Tak Punya HP, Guru Berkeliling Mengajar Siswa

Leni Haini, guru

KBRN, Jambi : Beberapa  guru di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ,dan  PAUD Taman Baca Masyarakat (TBM) Bank Sampah Dayung Habiba,  Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, harus mendatangi satu persatu siswanya di rumah untuk mengajar. Hal itu dilakukan karena sebagian orang tua siswa tidak memiliki handphone  pintar atau smartphone untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar secara Daring.

Leni Haini, pemilik sekaligus guru di lembaga pendidikan non formal tersebut mengatakan, sejak diberlakukannya proses kegiatan belajar mengajar secara daring bagi sebagian pelajar di Kota Jambi akibat Pandemi Covid 19, dirinya berbagi tugas dengan guru yang lain untuk mendatangi satu per satu siswanya, karena orang tua siswa tidak mampu dan tidak memiliki hp. Dalam satu hari, satu guru mendatangi lima siswa secara bergantian, dengan durasi belajar setiap siswa sekitar 30 menit . Menurut Leni, dirinya tidak ingin siswanya tertinggal pelajaran, sehingga memutuskan untuk mengajar dengan mendatangi rumah siswa meski tanpa mendapat bayaran. “. Covid ini sangat terasa buat kami. Anak-anak yang belajar di sini kan memang anak orang kurang mampu. Orang tuanya tidak punya HP. Jadi saya dan guru yang lain datang ke rumah siswa satu-satu untuk mengajar. Kita bagi-bagi, setiap hari lima anak yang kita datangi. Ada 34 murid yang harus kita datangi. Kita tidak dibayar. Berat memang,” ujar Leni Haini, Senin (20/7/2020).

          Meski lelah karena harus mendatangi satu persatu siswa, dan tanpa dibayar , namun para guru tetap semangat mengajar para siswa .  Ditambahkannya, selama ini para siswa membayar uang sekolah dari hasil menabung di bank sampah.  Selisih keuntungan dari menabung sampah itulah yang digunakan untuk membayar uang sekolah.  Namun , ungkap Leni, karena sejak Pandemi Covid 19 ini harga jual barang bekas atau sampah menurun, sehingga tidak ada lagi sisa keuntungan yang dapat digunakan oleh siswa untuk membayar sekolah.  Meski demikian kegiatan belajar tetap dilakukan. Dirinya berharap pemerintah daerah dapat merangkul lembaganya untuk bersama-sama memberikan pendidikan bagi anak kurang mampu di wilayahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00