Pemkot Sungai Penuh Pastikan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Berjalan Dengan Baik

KBRN, Sungai Penuh : Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Tekonologi Nadiem Anwar Makarim telah meluncurkan kurikulum paradigma baru yakni kurikulum merdeka belajar yang mulai diberlakukan sejak tahun 2021 lalu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi siswa agar dapat bersaing secara global.

Terkait hal ini Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir menyebutkan, dengan upaya maksimal yang dilakukan oleh semua pihak termasuk para guru, penyebaran kasus positif Covid-19 di Kota Sungai Penuh terus menurun, hal ini terbukti sejak beberapa bulan lalu Kota Sungai Penuh bertahan pada Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 atau berada pada zona hijau, sehingga kondisi ini akan mendukung kelancaran pelaksanaan kurikulum belajar disetiap sekolah.

"Alhamdulillah sampai saat ini kita masih berada pada zona hijau, itu artiny sekolah bisa menerapkan kurikulum merdeka belajar dengan baik," ujar Wako Ahmadi, Selasa (24/05/2022).

Ahmadi menuturkan, selain memperhatikan penerapan kurikulum merdeka belajar, semua guru dan tenaga pendidik juga dituntut untuk saling bersinergi dalam mewujudkan Kota Sungai Penuh sebagai pusat pendidikan bagi kabupaten kota tetangga.

"Beberapa tahun lalu Sungai Penuh sempat menjadi pusat pendidikan bagi Kabupaten Pesisir Selatan, Solok Selatan dan Kabupaten Merangin. Namun seiring perkembangan zaman, simbol Sungai Penuh sebagai pusat pendidikan semakin menghilang," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar