Peserta BPJS Kesehatan Yang Tidak Aktif Diminta Turun Kelas

KBRN, Sungai Penuh: Tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mandiri di Kota Sungai Penuh mencapai Rp.6,5 Milyar lebih,  dengan jumlah kepersertaan sebanyak 5.397 orang.

Sementara berdasarkan data di akhir Januari 2021, Kantor BPJS Kesehatan Kota Sungai Penuh mencatat, tunggakan iuran di dominasi oleh peserta kelas satu yakni sebesar Rp.3 Milyar lebih dengan jumlah kepesertaan sebanyak 1.626 orang, dan untuk kepersertaan kelas dua sebanyak Rp.2,7 Milyar dengan jumlah peserta sebanyak 2.311 orang, sedangkan untuk kelas tiga sebanyak Rp.702 juta rupiah dengan jumlah peserta sebanyak 1.460 orang.

“Untuk meminalisir tunggakan tersebut, BPJS Kesehatan akan merekrut tenaga kader, dimana kader ini nantinya akan mengunjungi rumah peserta yang tidak aktif,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Kota Sungai Penuh Yossi Susvita, Rabu (03/03/2021).

Disamping itu bagi peserta kelas satu yang tidak aktif bisa mengajukan turun kelas dua atau tiga, namun dengan ketentuan yang bersangkutan harus membayar tunggakan selama berada pada tingkat kepesertaan di kelas satu.

“Untuk warga Kota Sungai Penuh hampir seluruhnya tercover BPJS Kesehatan baik dari bantuan pusat, bantuan Provinsi Jambi, bantuan Pemerintah Kota Sungai Penuh maupun BPJS mandiri. Namun yang menjadi persoalan banyak peserta BPJS Kesehatan yang tidak aktif atau tidak membayar iuran per bulannya.” Jelasnya.

Untuk itu dirinya menyarankan, agar peserta yang tidak aktif bisa mengajukan permohonan ke Dinas Sosial untuk beralih status, sehingga bisa ditanggung Pemerintah Daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00