PPNI Catat 30 Perawat di Jambi Positif Covid 19

Kantor Gubernur Jambi

KBRN, Jambi: Data DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jambi menunjukkan hingga saat ini sudah ada 30 perawat di Provinsi Jambi yang terkonfirmasi positif Covid 19. Dikatakan Ketua DPW PPNI Provinsi Jambi Umar, dengan kondisi tersebut, sejak bulan Maret lalu PPNI telah getol menyuarakan kepada Pemprov Janvi untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan para perawat yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid 19, antara lain terkait kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), suplemen, ekstra food serta pemenuhan insentif para perawat. Hal itu sangat penting, mengingat setiap hari para perawat harus kontak langsung dengan Pasien Covid 19 untuk merawatnya. Oleh sebab itu, kebutuhan para perawat harus dipenuhi untuk meminimalisir perawat terpapar Covid 19. “Kondisi perawat, dilapangan yang terkonfirmasi positif Covid 19  ada 30 orang, dan upaya kita selaku organisasi , kita sudah menyuarakan ini sejak bulan Maret, mulai dari pertemuan di ruang pola,  dipenuhinya APD, suplemen dan ekstra fooding, pemerintah pusat maupun daerah juga diahrapkan mendukung penuh insentif perawat. Kita kerja  24 jam yang dibagi dalam tiga shift. Jadi satu shift  7 jam sampai 8 jam kalau dinas malam . Itu yang kontak langsung dengan pasien Covid. Kita tetap konsen untuk memberikan motifasi terhadap rekan kita yang dirawat maupun yang isolasi mandiri di rumah,” ujar Ketua DPW PPNI Provinsi Jambi Umar, Selasa (6/10/2020).

 

Kondisi serupa juga dihadapi para dokter.  Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi , dr. Deri Mulyadi mengatakan, para dokter saat ini sudah semakin cemas, karena posisi dokter sebagai garda terdepan yang sehari-hari paling banyak berhadapan dengan pasien positif Covid 19 dan porsi kerja yang semakin banyak, menjadi beban tersendiri bagi para dokter. “Kami (dokter-dokter) sudah semakin cemas, karena posisi kami garda depan, sehari-hari tepapar paling banyak, terus porsi kerja kami makin banyak.  Terus penanganannya Pemerintah  semakin tidak jelas, artinya sekarang kami tinggal do’a saja. Sekarang hanya siapa yang duluan mati, pasien atau kami, kalau kami duluan pasiennya bergelimpangan  tidak ada yang ngurus,” ujar dr. Deri Mulyadi.  

Dalam situasi Pandemi Covid 19 yang dinilai sudah sangat serius bahkan darurat ini, para tenaga medis berharap, masyarakat benar-benar patuh serta disiplin menjalankan protokol kesehatan, dan pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang tepat dan tegas dalam menangani Pandemi Covid 19 di Provinsi Jambi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00