Terdakwa Korupsi Pengadaan Baju Linmas Akui Terima Fee dari Pinjam Perusahaan

Sidang Korupsi Pengadaan Pakaian Linmas Kabupaten Merangin

KBRN, Jambi : Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian dinas Linmas pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merangin tahun 2018 hari ini kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jambi. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Jon Effendi mengagendakan pemeriksaan terdakwa.

Keempat terdakwa yang dihadirkan dalam sidang adalah Kepala Satpol PP Kabupaten  Merangin Akmal Zen, Suli Handoko selaku Direktur CV Fiko Putra Merangin yang merupakan rekanan dalam proyek tersebut, Iskandar selaku Ketua Pokja Pengadaan Pakaian Dinas dan Atribut Linmas pada Satpol PP Merangin tahun 2018, serta Achruddin, pejabat sementara Kanit Intelkam Polsek Tabir Ulu.  Para terdakwa, didengar tererangannya secara bergantian.

Suli Handoko yang didengar keterangannya pertama kali mengaku nama perusahaannya dipinjam oleh terdakwa Achruddin untuk mengikuti tender pengadaan baju Linmas.Suli mengaku mendapat fee Rp 15 juta dari peminjaman nama perusahaan itu. “Jadi saat mendaftar untuk pelaksanaan lelang saudara mendaftar sendiri atau orang lain?” tanya JPU dalam persidangan Rabu (24/2/2021). “Orang lain Pak,”’ jawab Suli Handoko. Namun saat JPU menanyakan alasannya, Suli tidak menjawab. Begitu  juga saat Ketua Majelis Hakim Jon Effendi menanyakan alasan perusahaannya tidak mengerjakan sendiri pengadaan pakaian Linmas meski perusahaannya kelaur sebagai pemenang Tender. Hal itu membuat hakim gusar. “Kenapa tidak anda kerjakan sendiri. Kan anda pemilik perusahaannya? Kenapa mau disetir orang lain. Lain kali jangan begitu ya,”tegur hakim.

          Para terdakwa sebelumnya didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan pakaian dinas Linmas kabupaten Merangin, sehingga menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp 400 juta .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00